FB (22), ditangkap polisi setelah membunuh teman kencannya, AN (22), karena kesal ditolak berhubungan badan kedua kali sesuai kesepakatan. Korban berstatus telah bersuami dan tengah hamil muda.
FB diamankan di kampungnya di Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (15/10) malam. Polisi menemukan sepeda motor korban tetapi ponselnya keburu dibuang saat melarikan diri.
Petugas terpaksa menembak kaki kiri tersangka karena berusaha kabur saat penangkapan. Dia sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan.
Advertisement
Ketakutan Jawab Pertanyaan
Beredar video di media sosial pengakuan tersangka ketika dalam perawatan di rumah sakit. Dia nampak ketakutan dan menjawab pertanyaan petugas sambil terbata-bata.
Tersangka mengaku sempat didatangi arwah korban di kamar rumahnya. Korban meminta segera minta maaf kepada keluarga dan berziarah ke makamnya.
"Di kamar, suruh datang ke makam buat ziarah, suruh minta maaf, suruh ngadain acara selametan, suruh minta maaf pada keluarga," ungkap tersangka ketakutan seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Jumat (17/10).
Namun semua permintaan korban tak sempat dilakukan tersangka. Hal itu karena saking takutnya kembali dihantui korban.
"Belum," kata FB.
Selama pelarian, tersangka tidak berinisiatif menyerahkan diri ke polisi. Dia berdalih takut menerima hukuman atas perbuatannya.
"Takut," jawab tersangka saat ditanya polisi.
Advertisement
Kronologi
Sebelumnya, seorang wanita muda inisial AN (22) ditemukan tewas di kamar hotel dengan tangan terikat dan mulut disumpal. Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan.
Korban ditemukan di kamar sebuah penginapan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, Minggu (12/10). Tangannya terikat jilbabnya sendiri dan mulut disumpal dengan menset miliknya.
"Korban tewas di kamar penginapan," ungkap Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Muhammad Ismail, Senin (13/9).
Ismail menyebut penyidik masih mendalami rekaman CCTV saat korban datang dan rekaman lain di sekitar penginapan. Dari rekaman terlihat korban datang bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
"Masih lidik, kita kejar saksi kunci itu terlebig dahulu," kata Ismail.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan, korban diduga tewas akibat kekerasan. Selain tangan terikat dan mulut disempal, terdapat luka memar di mata dan lehernya.
"Korban juga sedang hamil muda. Penyumpatan pada mulut kemungkinan besar menyebabkan korban sesak," kata Indra.
"Tim juga mengambil sampel biologis untuk memastikan apakah ada hubungan seksual yang terjadi sebelum korban meninggal," sambung Indra.
@pemburubanditt ternyata pelaku sempat diteror korban buat ziarah ke makam & melakukan acara tahlil #polrestabespalembang #fyp #pemburubanditt ♬ suara asli - Buser Polrestabes Palembang