Ditangkap saat Hendak Kabur ke Banyuasin, Begini Tampang Pembunuh Wanita Hamil di Hotel Palembang

Pelaku mengaku nekat membunuh korban karena kesal ditolak berhubungan badan kedua kali sesuai kesepakatan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Ditangkap saat Hendak Kabur ke Banyuasin, Begini Tampang Pembunuh Wanita Hamil di Hotel Palembang
Ditangkap saat Hendak Kabur ke Banyuasin, Begini Tampang Pembunuh Wanita Hamil di Hotel Palembang (Merdeka.com)

Kepolisian meringkus pembunuh wanita hamil muda berinisial AN (22) di kamar penginapan kawasan Palembang, Sumatera Selatan. Pelaku berinisial FB (28), ditangkap dalam pelariannya di Banyuasin, Sumsel, Rabu (15/10) malam. Penangkapan berdasarkan pendalaman dan pengembangan petunjuk diperoleh kepolisian.

"Tersangka mengakui semua perbuatannya karena kesal," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Kamis (16/10).

Dalam foto diperoleh, pelaku tak berkutik saat dibawa usai ditangkap kepolisian. Pelaku terlihat memakai kaos hitam dan dibawa dalam mobil kepolisian.

Pelaku mengaku nekat membunuh korban karena kesal ditolak berhubungan badan kedua kali sesuai kesepakatan.

Pelaku FB mengaku mengenal korban melalui media sosial. Mereka kemudian sepakat check in dengan tarif ditetapkan korban Rp300 ribu untuk dua kali 'main'.

Namun baru saja berhubungan badan pertama, pelaku lantas mengajak korban mengulanginya kembali. Akan tetapi, korban malah menolak permintaan pelaku tersebut.

Korban menyuruh pelaku keluar kamar sehingga membuat pelaku emosi. Pelaku spontan menyumpal mulut korban dengan manset hitam dan mencekiknya hingga tewas.

Kemudian pelaku mengikat kedua tangan korban dengan jilbab pink sebelumnya dikenakan korban. Melihat korban tak berdaya, pelaku mengambil ponsel dan kabur menggunakan sepeda motor korban.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita muda berinisial AN (22) ditemukan tewas di kamar hotel dengan tangan terikat dan mulut disumpal. Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan.

Korban ditemukan di kamar sebuah penginapan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, Sabtu (11/10). Tangannya terikat jilbabnya sendiri dan mulut disumpal dengan menset miliknya.

"Korban tewas di kamar penginapan," kata Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Muhammad Ismail, Senin (13/9).

Ismail menyebut kepolisian masih mendalami rekaman CCTV saat korban datang dan rekaman lain di sekitar penginapan. Dari rekaman terlihat korban datang bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan, korban yang hamil muda diduga tewas akibat kekerasan. Selain tangan terikat dan mulut disempal diduga menyebabkan korban sesak, terdapat luka memar di mata dan lehernya.

"Tim juga mengambil sampel biologis untuk memastikan apakah ada hubungan seksual yang terjadi sebelum korban meninggal," kata Indra.

Rekomendasi