Kolaborasi Unik: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Gandeng Lapas Tulungagung Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Lapas Tulungagung jalin kerja sama dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah untuk perkuat pembinaan kerohanian warga binaan. Bagaimana kolaborasi ini akan membentuk pribadi yang lebih baik?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Unik: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Gandeng Lapas Tulungagung Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
Lapas Tulungagung jalin kerja sama dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah untuk perkuat pembinaan kerohanian warga binaan. Bagaimana kolaborasi ini akan membentuk pribadi yang lebih baik? (AntaraNews)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tulungagung, Jawa Timur, telah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kolaborasi ini berfokus pada bimbingan konseling dan pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta petugas lapas. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih holistik dan komprehensif di dalam lembaga pemasyarakatan.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penting ini dilaksanakan di ruang rapat lantai dua Gedung Rektorat UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari kedua belah pihak, menunjukkan komitmen kuat terhadap program yang akan dijalankan. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hidup dan spiritual warga binaan.

Kepala Lapas Klas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, dan Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Abd Aziz, secara langsung menandatangani kesepakatan tersebut. Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan perguruan tinggi keagamaan ini menjadi contoh nyata upaya peningkatan kualitas pembinaan kerohanian Lapas Tulungagung. Fokus utama adalah pada pengembangan kepribadian dan spiritual WBP.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Lembaga Pemasyarakatan

Penandatanganan nota kesepahaman antara Lapas Klas IIB Tulungagung dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah menandai dimulainya babak baru dalam upaya pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Kesepakatan ini secara resmi ditandatangani oleh Kepala Lapas Ma’ruf Prasetyo Hadianto dan Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Abd Aziz. Lokasi penandatanganan di Gedung Rektorat UIN Tulungagung menunjukkan keseriusan kedua belah pihak.

Ma’ruf Prasetyo Hadianto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat program pembinaan kepribadian dan spiritual. Program ini ditujukan tidak hanya untuk warga binaan, tetapi juga bagi para petugas lapas. Pihak lapas berupaya keras menciptakan lingkungan pembinaan yang holistik dan berkelanjutan.

Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, Lapas Tulungagung berharap warga binaan akan mendapatkan bimbingan mental dan spiritual yang mendalam. Bimbingan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen untuk terus berinovasi dalam metode pembinaan.

Dampak dan Harapan Pembinaan Kerohanian

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Abd Aziz, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian penting dari implementasi tridharma perguruan tinggi. Secara khusus, kerja sama ini merupakan wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar utama perguruan tinggi. Keterlibatan UIN dalam pembinaan kerohanian Lapas Tulungagung sangat diapresiasi.

Dosen dan mahasiswa UIN akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bimbingan serta konseling yang akan diselenggarakan. Keterlibatan aktif ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan rohani di Lapas Tulungagung. Harapannya, ilmu dan keahlian dari UIN dapat memberikan kontribusi signifikan.

Setelah proses penandatanganan, kedua pihak melanjutkan dengan sesi ramah tamah untuk membahas rencana teknis pelaksanaan program pembinaan. Diskusi ini mencakup detail-detail operasional yang akan segera diterapkan di lingkungan lapas setempat. Persiapan yang matang diharapkan dapat menjamin kelancaran dan efektivitas program pembinaan kerohanian ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi