Fakta Unik! Trenggalek Apresiasi Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang: Daya Serap Karbon Lebih Tinggi

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengapresiasi upaya Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang di pesisir Watulimo, sebuah langkah penting untuk lingkungan dan ekonomi lokal. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik! Trenggalek Apresiasi Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang: Daya Serap Karbon Lebih Tinggi
Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengapresiasi upaya Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang di pesisir Watulimo, sebuah langkah penting untuk lingkungan dan ekonomi lokal. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, baru-baru ini menyatakan apresiasi tinggi terhadap program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang digagas oleh PT Nindya Karya bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Program ini berfokus pada penanaman mangrove serta konservasi terumbu karang di kawasan pesisir Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Inisiatif kolaboratif ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia berharap aksi kecil seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dampak positifnya akan terasa luas, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat pesisir.

Upaya Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan ekosistem yang lebih baik, populasi biota laut akan meningkat, yang pada gilirannya akan menguntungkan para nelayan setempat. Hal ini menjadi manfaat nyata bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Positif

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LMI dan Nindya Karya karena telah memilih Kabupaten Trenggalek sebagai lokasi kegiatan konservasi ini. Menurutnya, pemerintah daerah Trenggalek memang konsisten dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk menjaga rumah bagi terumbu karang yang harus dilindungi secara berkelanjutan.

Mas Ipin menambahkan bahwa pelibatan banyak pihak melalui skema pembiayaan sosial menjadi krusial untuk memperluas dampak lingkungan dari kegiatan semacam ini. Selain didukung oleh pendanaan dari APBD, sinergi dengan dunia usaha dan masyarakat akan menciptakan efek domino yang positif. Ini menunjukkan bahwa Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang membutuhkan dukungan dari berbagai sektor.

Ia juga menegaskan bahwa kebaikan yang ditanam di pesisir Trenggalek akan dirasakan oleh semua orang, mengingat laut merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung. Perbaikan ekosistem laut secara langsung diharapkan dapat meningkatkan populasi biota laut. Dengan demikian, nelayan tidak perlu lagi mencari ikan terlalu jauh, yang secara signifikan akan membantu perekonomian mereka.

Komitmen Pelestarian Lingkungan oleh Nindya Karya dan LMI

Perwakilan PT Nindya Karya, Khorul Fitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan. Program ini dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan komitmen kuat Nindya Karya terhadap pelestarian lingkungan. Fokus utama adalah pada pertumbuhan mangrove dan terumbu karang yang baik serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan nelayan.

Senada dengan itu, Direktur Program LMI, Yanuar Widi Prianto, menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi lembaganya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus, inisiatif ini berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang memiliki peran vital dalam upaya ini.

Yanuar Widi Prianto juga menyoroti fakta bahwa ekosistem mangrove dan terumbu karang memiliki daya serap karbon yang lebih tinggi dibandingkan vegetasi di darat. Oleh karena itu, LMI berkomitmen untuk terus memperluas aksi serupa di wilayah pesisir lainnya. Hal ini menunjukkan pentingnya ekosistem pesisir dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Dalam pelaksanaan program ini, PT Nindya Karya dan LMI telah menanam ratusan pohon mangrove di kawasan Pancer Cengkrong, Desa Karanggandu. Selain itu, mereka juga menanam sebanyak 1.035 fragmen terumbu karang di perairan Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Upaya masif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kelestarian lingkungan Trenggalek.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi