Orang Tua di Palembang Ngamuk, Anaknya Dituduh Guru Pakai Narkoba Ternyata Hasil Tes Negatif

Orang Tua korban merasa permintaan maaf dari si guru tidak tulus.

nefri_ryu
Oleh nefri_ryu - Reporter
Orang Tua di Palembang Ngamuk, Anaknya Dituduh Guru Pakai Narkoba Ternyata Hasil Tes Negatif
Ilustrasi narkoba. (Sumber Pixabay) (© 2025 Liputan6.com)

Siapa yang bisa menerima jika anak mereka dipermalukan dan dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya? Itulah yang dialami oleh Nita (35), seorang warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Ia merasa sangat tidak terima ketika anaknya dituduh menggunakan narkoba oleh seorang guru di sekolah. Di media sosial, beredar video yang menunjukkan pelajar M, yang merupakan siswa di SMK Negeri 7 Palembang, dipermalukan oleh gurunya di hadapan teman-temannya. Dalam video tersebut, M dituduh melakukan penyalahgunaan narkoba.

Merasa bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan sangat merugikan, Nita segera mengambil tindakan dengan melaporkan guru SMK Negeri 7 Palembang itu ke Polrestabes Palembang, Sumsel. Tindakan ini diambil sebagai bentuk pembelaan terhadap hak dan kehormatan anaknya. Nita berharap agar kasus ini mendapat perhatian yang serius dan agar keadilan ditegakkan. Ia tidak ingin ada orang lain yang mengalami hal serupa dan merasa tertekan akibat tuduhan yang tidak adil.

Kronologi Awal

Pada hari Jumat, 26 September 2025, Nita menerima telepon dari sekolah yang meminta kehadirannya karena anaknya terlibat dalam suatu masalah. Setelah itu, Nita mengetahui bahwa anaknya dituduh menggunakan narkoba berdasarkan video yang beredar di media sosial.

Untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar, Nita membawa anaknya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang pada hari Senin, 29 Oktober 2025, dan hasilnya menunjukkan bahwa anaknya negatif dari zat-zat adiktif.

"Saya marah dan kecewa sekali. Tuduhan itu disampaikan tanpa bukti kuat. Hasil tes laboratorium rumah sakit kami bawa ke sekolah. Tapi saya memilih menemui guru yang menuduh anak saya, karena masalah ini muncul dari oknum, bukan institusi sekolah secara keseluruhan," ungkapnya pada hari Jumat, 10 Oktober 2025.

Guru Minta Maaf Tapi Tak Tulus

Setelah terjadinya kasus yang ramai dibicarakan, guru yang menuduh anak Nita, bersama pejabat dari SMKN 7 Palembang, berkunjung ke rumah Nita untuk menyampaikan permohonan maaf. Namun, Nita meragukan ketulusan permintaan maaf tersebut, mengingat mereka datang berkelompok, bukan secara pribadi.

Selain itu, Nita juga meminta agar oknum guru itu membuat video permintaan maaf sebagai langkah untuk memulihkan nama baik anaknya, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi. Pihak SMKN 7 Palembang justru membuat video permintaan maaf yang melibatkan beberapa guru lainnya, yang dianggap Nita tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Karena merasa tidak ada itikad baik dari pihak sekolah, Nita pun memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polrestabes Palembang. "Kesempatan meminta maaf sudah kami berikan berkali-kali, tapi tidak diindahkan. Jadi sekarang biarlah proses hukum yang berjalan," ungkap Nita dengan tegas.

Mental Siswa M Turun

Kondisi mental M mengalami penurunan, tetapi berkat dukungan yang tak henti-hentinya dari keluarga dan wali murid, M kini sudah mulai berani untuk bersosialisasi di lingkungan publik. Nita berharap agar dunia pendidikan menjadi tempat yang aman bagi generasi penerus bangsa, bukan seperti pengalaman yang dialami oleh anaknya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 7 Palembang, Lukman, menyatakan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel telah memfasilitasi proses mediasi antara guru dan keluarga murid.

"Permasalahan ini sudah diambil alih oleh Dinas Pendidikan Sumsel. Kami juga sudah dimediasi, jadi untuk informasi lebih lanjut silakan konfirmasi langsung ke pihak dinas (Kepala Bidang SMK Sumsel) saja," ujarnya.

Rekomendasi