Tahukah Anda? BPOLBF Harap Kekayaan Budaya Desa Wisata Atakore Lembata Terus Terjaga

BPOLBF menekankan pentingnya menjaga kekayaan budaya dan keindahan Desa Wisata Atakore di Lembata. Bagaimana upaya ini akan menarik wisatawan dan memajukan pariwisata berkelanjutan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? BPOLBF Harap Kekayaan Budaya Desa Wisata Atakore Lembata Terus Terjaga
BPOLBF menekankan pentingnya menjaga kekayaan budaya dan keindahan Desa Wisata Atakore di Lembata. Bagaimana upaya ini akan menarik wisatawan dan memajukan pariwisata berkelanjutan? (AntaraNews)

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Dwi Marhen Yono meminta masyarakat Desa Wisata Atakore, Kabupaten Lembata, untuk terus menjaga keindahan dan kekayaan budaya mereka. Permintaan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan Festival Lamaholot di Kecamatan Atadei pada Kamis (09/10). Langkah ini bertujuan untuk melestarikan keindahan alam dan adat istiadat lokal.

Penjagaan budaya ini diharapkan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. BPOLBF melihat potensi besar dalam kekayaan lokal untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ini adalah upaya strategis untuk memajukan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Dwi Marhen Yono, yang mewakili Menteri Pariwisata RI, menekankan bahwa keindahan desa dan budaya adalah jantung pariwisata masa depan. Ia juga mengingatkan bahwa esensi pariwisata adalah bisnis sekaligus industri kebahagiaan. Oleh karena itu, pengalaman positif wisatawan menjadi prioritas utama bagi pengelola destinasi.

Pelestarian Budaya sebagai Jantung Pariwisata Berkelanjutan

Dwi Marhen Yono secara tegas menyampaikan harapannya agar keindahan dan kekayaan budaya di Desa Wisata Atakore tetap lestari. "Keindahan Desa Wisata Atakole ini, budaya, adat istiadatnya yang begitu meneduhkan hati tolong dijaga, dirawat, dan suguhkan menjadi atraksi untuk ditunjukkan ke wisatawan," ujarnya. Pesan ini disampaikan saat Festival Lamaholot di Lembata.

Menurutnya, kekayaan budaya dan keindahan desa wisata merupakan fondasi utama bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di masa mendatang. Konsep ini menyoroti pentingnya menjaga keaslian lokal. Ini juga memastikan bahwa manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh generasi mendatang secara adil.

Dwi Marhen Yono juga menjelaskan bahwa esensi pariwisata adalah bisnis sekaligus industri kebahagiaan. Ia menekankan bahwa kebahagiaan wisatawan sangat krusial dalam menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Jika wisatawan merasa bahagia, maka masyarakat lokal juga akan merasakan dampak positifnya.

Ia menambahkan bahwa kekecewaan wisatawan akan berdampak negatif bagi semua pihak yang terlibat dalam industri. BPOLBF dan Kementerian Pariwisata sangat berharap Kabupaten Lembata dapat menjadi pemain utama dalam industri ini. Bukan hanya sekadar menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata yang pesat.

Strategi Pemerintah Daerah dalam Mengembangkan Wisata Budaya

Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, mengemukakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata telah mengubah fokus promosi pariwisata. Kini, mereka tidak hanya mempromosikan wisata alam yang melimpah. Namun juga gencar mempromosikan wisata budaya yang ada di desa-desa wisata.

Muhamad Nasir menyatakan bahwa tren pariwisata saat ini bergeser secara signifikan. "Hari ini orang tidak melihat Indonesia dari pantai dan keindahan alamnya, namun dari keindahan budaya dan desa wisata," katanya. Pernyataan ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang preferensi pasar wisatawan global.

Prioritas utama Pemkab Lembata saat ini adalah terus mempromosikan budaya dan keindahan desa wisata. Promosi ini dilakukan dalam skala nasional dan internasional untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Atakore dan daerah sekitarnya.

Upaya ini diharapkan dapat mengangkat potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkembang. Dengan demikian, masyarakat di Desa Wisata Atakore dapat merasakan langsung manfaatnya. Ini sekaligus memperkuat identitas budaya Lembata di mata dunia internasional sebagai destinasi unik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi