Tahukah Anda? Sekolah Rakyat Menengah Atas OKU Resmi Dibuka, Jadi Harapan Baru Anak Putus Sekolah

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) resmi membuka Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah dan kurang mampu, menciptakan harapan baru bagi masa depan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sekolah Rakyat Menengah Atas OKU Resmi Dibuka, Jadi Harapan Baru Anak Putus Sekolah
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) resmi membuka Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah dan kurang mampu, menciptakan harapan baru bagi masa depan mereka. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengambil langkah progresif dengan meresmikan pembukaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang terpaksa putus sekolah atau berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah setempat. Pembukaan SRMA ini merupakan realisasi dari program strategis nasional yang dicanangkan untuk pemerataan pendidikan.

Wakil Bupati OKU, Marjito Bahri, menyatakan bahwa peresmian SRMA 45 OKU pada Selasa (7/10) menandai berakhirnya penantian panjang. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap permasalahan angka putus sekolah yang masih tinggi. Dengan adanya SRMA, pemerintah daerah optimistis dapat menekan angka tersebut secara signifikan.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu gagasan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap anak di Indonesia, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan. SRMA di OKU menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, menawarkan pendidikan setara SMA tanpa biaya.

Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Program Nasional

Program Sekolah Rakyat dicanangkan sebagai inisiatif strategis Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI. Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Inisiatif ini memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Wakil Bupati OKU, Marjito Bahri, menegaskan bahwa program ini memberikan kesempatan pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Program Sekolah Rakyat dijalankan dengan tujuan memberikan kesempatan pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia," katanya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di berbagai daerah.

Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya atau kondisi ekonomi keluarga. Pemerintah menanggung sepenuhnya pembiayaan pendidikan di Sekolah Rakyat. Ini merupakan langkah besar menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh negeri, termasuk di Kabupaten OKU.

Model Pembelajaran dan Dukungan Komprehensif SRMA OKU

Sekolah Rakyat Menengah Atas 45 OKU berlokasi di eks Gedung Bandiklat BKPSDM OKU, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur. Lokasi strategis ini diharapkan memudahkan akses bagi para siswa yang akan menempuh pendidikan di sana. Fasilitas yang memadai menjadi salah satu penunjang keberhasilan program ini.

Kepala SRMA 45 OKU, Eis Nina Marlina, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 90 siswa yang terdaftar dari target 100 murid. Sebagian besar siswa tersebut berasal dari keluarga tidak mampu atau kategori miskin ekstrem. "Hingga saat ini sudah ada 90 siswa yang terdaftar dari target 100 murid. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga tidak mampu atau kategori miskin ekstrem," ujarnya.

Sistem pembelajaran di SRMA 45 OKU mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama, di mana seluruh siswa tinggal di asrama yang telah disediakan. Pihak sekolah tidak hanya menyediakan pendidikan, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya. "Kami menyediakan asrama, makanan, serta kebutuhan dasar lain agar siswa bisa fokus belajar tanpa memikirkan beban hidup," jelas Eis Nina Marlina.

SRMA 45 OKU memberikan pendidikan formal setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan bukan program paket. Lulusan dari SRMA ini akan memperoleh ijazah resmi yang setara dengan sekolah umum lainnya. Ini memastikan bahwa para lulusan memiliki kualifikasi yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten OKU.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi