Dua akademisi terkemuka dari Universitas Karabuk, Turki, baru-baru ini menyatakan kekaguman mereka terhadap kemampuan berbahasa asing para santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur. Pujian ini disampaikan saat mereka menjadi tamu kehormatan dalam ajang Gontor Language Championship (GLC) 2025. Peristiwa penting ini terjadi di Kampus Pusat Gontor pada Senin, 6 Oktober, yang menjadi sorotan utama di kalangan pendidikan Islam.
Assoc. Prof. Dr. Muhammed Nur Kaplan, seorang pakar tasawuf dari Universitas Karabuk, secara spesifik menyoroti kefasihan santri Gontor dalam bahasa Arab dan Inggris. Ia bahkan menyebut bahwa empat mahasiswanya di Turki yang berasal dari Gontor mampu membaca dan menulis bahasa Arab dengan sangat fasih, seolah itu adalah bahasa ibu mereka sendiri. Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan bahasa yang sangat tinggi di PMDG.
Senada dengan Kaplan, Dekan Fakultas Teologi Universitas Karabuk, Prof. Dr. Abdulcebbar Kavak, juga mengungkapkan kekagumannya. Ia menyatakan bahwa suasana pendidikan bahasa di Gontor sangat unik dan tidak ditemui di lembaga lain yang pernah dikunjunginya. Lingkungan yang kondusif ini menjadi salah satu faktor kunci di balik Kemampuan Bahasa Santri Gontor yang istimewa.
Advertisement
Advertisement
Pujian Akademisi Turki untuk Santri Gontor
Kekaguman dua akademisi asal Turki terhadap Kemampuan Bahasa Santri Gontor bukanlah tanpa alasan. Assoc. Prof. Dr. Muhammed Nur Kaplan, yang memiliki pengalaman langsung dengan alumni Gontor, memberikan testimoni kuat mengenai penguasaan bahasa Arab mereka. "Empat mahasiswa saya di Turki berasal dari Gontor. Mereka bisa membaca dan menulis bahasa Arab dengan sangat fasih, seperti bahasa ibu mereka sendiri," ungkap Kaplan.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pendidikan bahasa di Gontor tidak hanya mengajarkan tata bahasa, tetapi juga menanamkan kefasihan praktis. Santri-santri tersebut tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengaplikasikan bahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan sehari-hari dan akademik mereka.
Prof. Dr. Abdulcebbar Kavak menambahkan bahwa lingkungan pendidikan bahasa di Gontor memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan unggul dibandingkan dengan institusi lain. "Saya sudah banyak mengunjungi sekolah dan universitas, tapi lingkungan pendidikan bahasa di Gontor benar-benar luar biasa," ujarnya. Keunikan ini menjadi fondasi kuat bagi para santri untuk menguasai bahasa asing secara mendalam.
Advertisement
Advertisement
Gontor Language Championship (GLC) 2025: Ajang Pembuktian
Gontor Language Championship (GLC) 2025 merupakan salah satu ajang penting yang menjadi wadah bagi santri untuk menunjukkan Kemampuan Bahasa Santri Gontor. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara ini tidak hanya sekadar lomba, melainkan juga perayaan dedikasi Gontor terhadap pendidikan bahasa.
Tahun ini, GLC 2025 berhasil menarik partisipasi dari 24 pondok pesantren yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menunjukkan skala dan relevansi kompetisi tersebut dalam kancah pendidikan nasional. Kompetisi ini menjadi barometer bagi pondok pesantren lain untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa.
GLC 2025 menghadirkan 14 cabang lomba yang beragam, mencakup debat, pidato, kuis bahasa, MC, hingga penulisan esai dan puisi dalam bahasa Arab maupun Inggris. Ragam lomba ini dirancang untuk menguji berbagai aspek Kemampuan Bahasa Santri Gontor, mulai dari kemampuan berbicara, menulis, hingga pemahaman budaya. Penutupan GLC 2025 berlangsung meriah pada Ahad malam, 5 Oktober 2025, dengan apresiasi kepada seluruh peserta dan pembimbing.
Advertisement
Advertisement
Kunci Sukses: Konsistensi dan Lingkungan Pendidikan Unik
K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, Ketua Umum Peringatan 100 Tahun PMDG, menegaskan pentingnya konsistensi dalam praktik berbahasa sebagai kunci utama keberhasilan. "Bahasa tidak dipelajari dalam sehari dua hari. Bahasa harus dipraktikkan setiap hari. Jangan berhenti di lomba, teruslah mengembangkan kemampuan berbahasa kalian," pesannya. Pesan ini menjadi pedoman bagi santri Gontor dalam mengasah Kemampuan Bahasa Santri Gontor.
Pernyataan ini sejalan dengan observasi Prof. Dr. Abdulcebbar Kavak yang menyebutkan keunikan lingkungan pendidikan bahasa di Gontor. Lingkungan yang mendukung praktik berbahasa secara terus-menerus, baik di dalam maupun di luar kelas, menciptakan imersi bahasa yang efektif. Hal ini memungkinkan santri untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menginternalisasi bahasa tersebut.
Kombinasi antara praktik yang konsisten dan lingkungan pendidikan yang kondusif inilah yang membentuk Kemampuan Bahasa Santri Gontor yang luar biasa. Ajang GLC 2025 dan pujian dari akademisi internasional menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pendidikan bahasa di Gontor telah berhasil melahirkan santri-santri yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga siap menjadi duta bahasa dan pembawa nilai-nilai Islam di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews