Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan harapannya agar Grand Prix (GP) Indonesia, yang merupakan bagian dari kalender resmi MotoGP, dapat menjadi penjenamaan internasional yang signifikan. Event balap motor bergengsi ini diharapkan mampu mengangkat citra Indonesia di mata dunia, terutama dalam sektor sport tourism. Kemenpora kini berkolaborasi dengan Injourney dan Danantara untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan GP Indonesia yang akan diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit.
Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 3 hingga 6 Oktober mendatang, menarik perhatian pecinta balap dari berbagai penjuru. Erick Thohir menekankan pentingnya memaksimalkan potensi event ini yang kontraknya masih berlaku hingga tahun 2031. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat terus dikenal secara global melalui ajang olahraga berskala internasional ini.
Penyelenggaraan GP Indonesia bukan hanya tentang balapan semata, melainkan juga bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden untuk terus mengembangkan pariwisata sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Dampak positifnya diharapkan tidak hanya terasa di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional.
Advertisement
Advertisement
GP Indonesia: Lebih dari Sekadar Balapan, Menuju Penjenamaan Internasional
Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Kemenpora, Jakarta, pada Senin (29/9), Menpora Erick Thohir menegaskan visi jangka panjang untuk GP Indonesia. "Event ini akan menjadi penjenamaan internasional yang luar biasa untuk warga Indonesia ke depannya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan kontrak yang masih berjalan hingga 2031, ada peluang besar untuk terus mempromosikan Indonesia.
Kemenpora secara aktif terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan GP Indonesia, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjadikan ajang balap ini sebagai platform promosi pariwisata. Fokus utamanya adalah pada konsep sport tourism, di mana wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga menikmati keindahan alam dan budaya lokal.
Upaya ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai destinasi utama bagi penggemar olahraga dan wisatawan. Dengan demikian, GP Indonesia tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman yang mengesankan bagi pengunjung. Hal ini selaras dengan cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat sport tourism global.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi Fantastis: Sumbangan Triliunan Rupiah untuk Nasional
Pergelaran GP Indonesia yang kini memasuki musim keempat diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Event ini diperkirakan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai Rp4,8 triliun. Angka ini mencerminkan potensi besar dari pariwisata olahraga dalam menggerakkan roda ekonomi.
Dampak ekonomi yang serupa telah terlihat pada penyelenggaraan musim sebelumnya, yaitu pada tahun 2024. Saat itu, GP Indonesia berhasil menarik animo sekitar 120.000 penonton yang datang langsung ke sirkuit. Kehadiran puluhan ribu penonton ini turut menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional hingga Rp4,8 triliun, membuktikan kapasitas event ini sebagai generator ekonomi.
Erick Thohir menekankan bahwa pihaknya harus menjadi bagian dari pertumbuhan yang diharapkan oleh Presiden melalui sektor pariwisata. "Kami harus menjadi bagian pertumbuhan yang tadi diharapkan oleh bapak presiden dengan pariwisata untuk menjadi bagian yang terus ditingkatkan," kata Erick. Hal ini menunjukkan bahwa GP Indonesia adalah salah satu instrumen penting dalam strategi pembangunan ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Mandalika Mendunia: Memperkenalkan Indonesia Melalui Sport Tourism
Direktur Utama Injourney, Maya Watono, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya GP Indonesia. Menurutnya, event ini merupakan momentum emas untuk memperkenalkan Indonesia ke kancah dunia. "Jadi ini nilainya untuk media sangat luar biasa terlepas dari dampak ekonomi yang dihasilkan," ujar Maya Watono.
Fokus tidak hanya pada penyelenggaraan olahraga, tetapi juga pada aspek pariwisata yang menyertainya. Kehadiran media internasional dan penonton dari berbagai negara menjadi sarana promosi yang efektif. Selain itu, GP Indonesia juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Maya Watono menjelaskan bahwa transfer ilmu dari penyelenggaraan event ini sangat terasa, terutama bagi para marshal. "Terutama untuk masyarakat lokal NTB, di mana transfer ilmu dari penyelenggaraan ini seperti marshal itu semua dari lokal NTB, bahkan kami mengirimkan marshal ke luar negeri," tambahnya. Hal ini menunjukkan adanya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Antusiasme publik juga terlihat dari telah terjual habisnya tiket GP Indonesia untuk kategori deluxe dan royal box premium.
Advertisement
Sumber: AntaraNews