Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) baru-baru ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan sebuah inisiatif sosial yang signifikan. Acara ini berfokus pada edukasi bahasa isyarat yang bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas komunikasi di masyarakat luas. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Museum Penerangan, Jakarta Timur, pada 28 September.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun, melainkan juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional. Kemkomdigi berupaya membangun jembatan komunikasi yang lebih kuat antara komunitas tuli dan masyarakat umum. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan lingkungan yang lebih setara dan mudah diakses bagi semua individu.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Fifi Aleyda Yahya menegaskan pentingnya kegiatan ini. "Kami percaya bahwa setiap orang berhak untuk dipahami dan memahami," ujarnya, menekankan semangat solidaritas sosial. Selain itu, Kemkomdigi juga mengadakan kegiatan donor darah di Plaza Kori TMII, Jakarta Timur.
Advertisement
Advertisement
Membangun Jembatan Komunikasi Melalui Edukasi Bahasa Isyarat
Kegiatan edukasi bahasa isyarat ini bertajuk "Mengenal Isyarat, Menebar Manfaat". Acara ini secara khusus dirancang untuk memperkuat semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Fifi Aleyda Yahya, Dirjen KPM, menyatakan harapannya agar momentum HUT ke-24 ini menjadi pendorong. Ia menekankan pentingnya setiap individu untuk dapat memahami dan dipahami satu sama lain.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret Kemkomdigi dalam mewujudkan komunikasi yang lebih inklusif. Melalui pembelajaran bahasa isyarat, hambatan komunikasi diharapkan dapat diminimalisir. Kegiatan ini juga menjadi bagian integral dari peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional. Hal ini menunjukkan komitmen Kemkomdigi terhadap kesetaraan akses informasi.
Pemilihan lokasi di Museum Penerangan (Muspen) juga memiliki makna strategis. Plt Kepala Muspen, Mashuri Nur, menjelaskan bahwa Muspen adalah ruang publik untuk mengenal komunikasi secara luas. Kegiatan ini diharapkan memicu lebih banyak masyarakat untuk berkomunikasi dengan beragam cara. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang semakin inklusif bagi semua pihak.
Advertisement
Mashuri Nur menambahkan bahwa hari ini bukan hanya tentang belajar bahasa isyarat. Ini adalah langkah awal untuk menjadi pribadi yang peduli dan mau belajar. Tujuannya adalah berdiri bersama komunitas tuli dalam membangun komunikasi yang setara. Semangat ini diharapkan dapat terus menyebar luas.
Advertisement
Solidaritas Sosial dan Kepedulian Lewat Donor Darah
Selain edukasi bahasa isyarat, Kemkomdigi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah. Acara ini diselenggarakan di Plaza Kori TMII, Jakarta Timur. Tujuannya adalah membangun rasa solidaritas antar sesama warga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadikan ruang publik semakin bermanfaat bagi semua kalangan.
Fifi Aleyda Yahya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengapresiasi pegawai Kemkomdigi, pengelola museum di TMII, serta masyarakat luas yang sukarela mendonorkan darahnya. Partisipasi aktif ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan. Rasa peduli sesama juga masih terjaga dengan baik di tengah berbagai tantangan zaman.
Kegiatan donor darah ini menjadi bukti nyata komitmen Kemkomdigi terhadap tanggung jawab sosial. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menginspirasi organisasi lain. Tujuannya adalah untuk terus berkontribusi positif kepada masyarakat. Solidaritas adalah kunci dalam membangun bangsa yang kuat dan peduli.
Advertisement
Advertisement
Visi Inklusivitas dan Kesetaraan Komunikasi
Visi besar di balik seluruh rangkaian acara HUT ke-24 Kemkomdigi adalah menciptakan masyarakat yang inklusif. Mashuri Nur menekankan bahwa kegiatan ini adalah pemantik penting. Tujuannya adalah agar lebih banyak masyarakat berkomunikasi dengan beragam cara. Hal ini akan menjadikan komunikasi semakin inklusif.
Semangat kesetaraan dan kepedulian menjadi pilar utama dari setiap kegiatan yang diadakan. Kemkomdigi berharap dampak positif dari inisiatif ini dapat terus menyebar luas. Tujuannya adalah memberikan manfaat signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk membangun jembatan komunikasi.
Melalui program edukasi bahasa isyarat dan kegiatan sosial lainnya, Kemkomdigi berupaya mewujudkan masyarakat yang lebih berempati. Setiap individu diharapkan dapat merasa dihargai dan memiliki akses yang sama. Inisiatif ini adalah langkah penting menuju masa depan komunikasi yang lebih baik. Komunikasi yang setara dan inklusif adalah tujuan utama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews