Jumlah kendaraan yang terdeteksi terpapar radiasi Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, kini menunjukkan penurunan drastis. Hal ini mengindikasikan keberhasilan upaya dekontaminasi yang telah dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137. Laporan terbaru pada Senin (20/10) menyebutkan tidak ada lagi kendaraan yang terkontaminasi.
Sebelumnya, dari total 25.000 kendaraan yang diperiksa, tercatat 40 unit terdeteksi membawa paparan radiasi berbahaya tersebut. Namun, sejak Jumat hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan angka nol kasus baru. Capaian positif ini menjadi bukti konkret efektivitas sistem deteksi dan mitigasi yang diimplementasikan di lapangan.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa proses dekontaminasi berjalan sesuai harapan. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan masyarakat dan petugas. Upaya ini bertujuan mengembalikan rasa aman bagi seluruh aktivitas di kawasan industri tersebut.
Advertisement
Advertisement
Efektivitas Pemantauan dan Dekontaminasi Cs-137
Tren penurunan paparan radiasi ini diperoleh dari hasil pemantauan Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh Satuan Kimia Biologi Radiasi dan Nuklir (KBRN) Gegana Brimob. Sistem RPM ini ditempatkan strategis di pintu keluar Kawasan Industri Cikande untuk mendeteksi setiap kendaraan yang melintas. Keberadaan sistem ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencegah pergerakan material berisiko tinggi.
Rasio Ridho Sani menjelaskan bahwa sistem deteksi dan mitigasi yang dijalankan telah bekerja secara efektif. "Jumlah kendaraan yang terpapar semakin menurun. Artinya, sistem deteksi dan mitigasi yang kita jalankan bekerja efektif," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah penanganan radiasi Cs-137 telah membuahkan hasil nyata di lapangan.
Kolaborasi lintas lembaga turut menjadi faktor penentu keberhasilan ini. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), TNI AD Nubika, hingga Polri terlibat aktif. Kerja cepat dan terkoordinasi ini menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam penanganan insiden Cs-137.
Advertisement
Advertisement
Detail Penanganan dan Sumber Kontaminasi Radiasi
Komandan Satuan KBRN Gegana Brimob, Komisaris Besar Polisi Yopie Indra Prasetya Sepang, memaparkan data rinci terkait pemeriksaan kendaraan. Sejak tanggal 1 Oktober hingga 20 Oktober, pihaknya telah memeriksa total 25.809 unit kendaraan. Pemeriksaan intensif ini dilakukan di seluruh titik keluar masuk kawasan industri untuk memastikan tidak ada celah.
Dari puluhan ribu kendaraan yang diperiksa, sebanyak 49 kendaraan terdeteksi terkontaminasi radiasi Cs-137. "Dari jumlah itu, 49 kendaraan terdeteksi terkontaminasi dan seluruhnya sudah kami dekontaminasi," ungkap Yopie. Proses dekontaminasi ini dilakukan segera setelah deteksi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Yopie juga menjelaskan bahwa sumber kontaminasi umumnya berasal dari sistem pembuangan kendaraan. "Rata-rata kontaminasinya ditemukan pada bagian exhaust dan filter mesin karena paparan udara," katanya. Setelah proses dekontaminasi selesai, setiap kendaraan akan dicek ulang untuk memastikan kebersihannya sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.
Advertisement
Advertisement
Langkah Lanjutan dan Jaminan Keamanan Publik
Meskipun menunjukkan hasil positif, Satuan Tugas tetap melanjutkan pemantauan RPM secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh lokasi dan material di Kawasan Industri Cikande benar-benar bebas dari kontaminasi Cs-137. "Kami tidak ingin ada satu pun kendaraan atau material yang lolos dari pemeriksaan," tegas Rasio Ridho Sani.
Hasil positif ini juga menjadi indikator kuat bahwa proses dekontaminasi di kawasan industri dan permukiman warga telah memberikan dampak nyata. Tujuannya adalah memastikan semua aktivitas di kawasan tersebut kembali aman sepenuhnya. Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat.
Setelah Bapeten menyatakan status 'clear and clean', masyarakat diharapkan dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir lagi. "Kami ingin memastikan bahwa semua aktivitas di kawasan ini kembali aman. Setelah Bapeten menyatakan clear and clean, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir," ujar Rasio. Jaminan keamanan ini menjadi prioritas utama pemerintah dan seluruh lembaga terkait.
Advertisement
Sumber: AntaraNews