Anti Titipan! Wamendiktisaintek Pastikan Seleksi Sekolah Garuda Transparan Berbasis 3 Kriteria Utama

Wamendiktisaintek Stella Christie tegaskan seleksi Sekolah Garuda dilakukan transparan dan objektif. Hanya tiga kriteria utama jadi penentu, cegah praktik titipan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anti Titipan! Wamendiktisaintek Pastikan Seleksi Sekolah Garuda Transparan Berbasis 3 Kriteria Utama
Wamendiktisaintek Stella Christie tegaskan seleksi Sekolah Garuda dilakukan transparan dan objektif. Hanya tiga kriteria utama jadi penentu, cegah praktik titipan. (Merdeka.com)

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan komitmen pemerintah dalam proses penerimaan calon siswa Sekolah Garuda. Ia memastikan bahwa seleksi dilakukan secara transparan dan objektif. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 22 September, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta.

Penegasan tersebut bertujuan utama untuk mencegah segala bentuk praktik titipan yang dapat merusak integritas sistem pendidikan nasional. Stella Christie menekankan bahwa hanya tiga kriteria utama yang menjadi dasar penilaian. Kriteria tersebut meliputi prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan latar belakang geografi calon siswa.

Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap calon siswa mendapatkan kesempatan yang adil dan setara dalam mengakses pendidikan berkualitas. Proses seleksi yang terbuka ini menjadi jaminan bagi publik. Ini juga memastikan bahwa kualitas pendidikan di Sekolah Garuda tetap terjaga dan berintegritas.

Kriteria Utama Seleksi Sekolah Garuda yang Objektif

Dalam upaya menciptakan sistem penerimaan yang adil dan merata, Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan tiga kriteria utama yang menjadi fondasi seleksi Sekolah Garuda. Kriteria tersebut meliputi prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan latar belakang geografi calon siswa. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa penerimaan siswa benar-benar didasarkan pada merit dan kebutuhan.

Untuk aspek prestasi akademik, penilaian difokuskan pada tiga mata pelajaran inti yang dianggap fundamental. Mata pelajaran yang dinilai adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Pemilihan mata pelajaran ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan kualitas guru antar daerah di Indonesia yang seringkali bervariasi.

Stella Christie menjelaskan, "Di dalam prestasi akademik, kita juga hanya melihat tiga subjek, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, untuk mengurangi ketimpangan bahwa tidak di setiap daerah punya guru fisika, guru kimia, di setiap daerah." Pernyataan ini menggarisbawahi upaya pemerintah untuk mengatasi disparitas sumber daya pendidikan. Hal ini juga memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam proses seleksi Sekolah Garuda.

Transparansi dan Pengembangan Sekolah Garuda

Selain kriteria yang jelas, Wamendiktisaintek Stella Christie juga menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses seleksi Sekolah Garuda. Seluruh tahapan seleksi akan diumumkan secara terbuka kepada publik. Ini memungkinkan masyarakat untuk memantau dan memastikan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil.

"Sehingga, kembali lagi, obyektifitas, angka, sebisa, setransparan mungkin, dan kita akan umumkan untuk semua orang yakin di sekolah tersebut," ujar Stella Christie. Komitmen ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik terhadap integritas sistem penerimaan. Transparansi menjadi kunci untuk mencegah segala bentuk penyimpangan dan praktik yang tidak adil.

Sekolah Garuda sendiri terbagi menjadi Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda transformasi untuk menjangkau lebih banyak siswa. Untuk tahun ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menyiapkan empat Sekolah Garuda baru. Sekolah-sekolah ini ditargetkan rampung dan resmi beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Keempat lokasi Sekolah Garuda baru tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna pemerataan akses pendidikan. Lokasinya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok negeri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi