Nasir Daeng Mappa, seorang sopir di PT Paesa Yalimo, ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang usai terjadinya kerusuhan di Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Jasadnya ditemukan tergeletak di tebing dekat sungai yang berada di area perusahaan tempatnya bekerja.
Hilangnya Nasir sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat, di mana beberapa pihak menduga bahwa ia menjadi korban pembunuhan oleh orang-orang yang tidak dikenal. Akhirnya, pada Sabtu (19/9/2025), aparat gabungan berhasil menemukan jasadnya saat melakukan pencarian.
Saat ditemukan, kondisi jasad Nasir sangat memprihatinkan, dengan tubuhnya dipenuhi anak panah dan luka-luka yang diduga diakibatkan oleh benda tumpul.
Advertisement
Keterangan Polisi
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi informasi tersebut. Namun, dia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi ini. Dia hanya menyebutkan bahwa jenazah yang bersangkutan telah dibawa ke RSUD Elelim dan selanjutnya akan dievakuasi ke RSUD Wamena
"Minggu siang ini, jenazah akan dikirim ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan untuk diserahkan kepada keluarga," ungkap Cahyo pada hari Minggu (20/9/2025).
Advertisement
Nasir Sedang Makan di Warung Ketika Terjadi Kerusuhan di Elelim
Sebelum peristiwa tersebut, Nasir sedang menikmati makan siang di warung makan milik PT Paesa Yalimo. Tiba-tiba, muncul kabar tentang kerusuhan yang terjadi di Elelim, dan seluruh karyawan di Camp PT Paesa harus dievakuasi ke Jayapura melalui jalur darat.
Namun, sebelum mereka sempat meninggalkan area perusahaan, sekelompok orang malah menerobos masuk ke camp PT Paesa dan membakar berbagai bangunan, alat berat, serta kendaraan yang ada di perusahaan tersebut.
Kelompok OTK itu juga menyerang beberapa karyawan yang berada di lokasi tersebut. Dalam situasi yang kacau, penghuni camp berusaha melarikan diri, termasuk Nasir.
Sayangnya, nasib buruk menimpa Nasir, yang kehilangan nyawanya saat berusaha menyelamatkan diri. Pencarian jenazah Nasir baru berhasil dilakukan tiga hari setelah kerusuhan Yalimo terjadi pada tanggal 16 September lalu.