Cerita Penjaga Kelenteng di Malang Temukan Pendemo Dilaporkan Hilang, Dikira Anak Punk yang Kerap Mengamen

Bima Permana Putra, dilaporkan hilang saat demonstrasi dan dicatat KontraS ditemukan di Malang, Jawa Timur.

Zainul Arifin
Oleh Zainul Arifin - Reporter
Cerita Penjaga Kelenteng di Malang Temukan Pendemo Dilaporkan Hilang, Dikira Anak Punk yang Kerap Mengamen
Cerita Penjaga Kelenteng di Malang Temukan Bima Diduga Orang Hilang saat Demo (© 2025 Liputan6.com)

Bima Permana Putra, seorang orang hilang yang dilaporkan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), telah ditemukan di Malang, Jawa Timur. Ia dijemput oleh tim Polda Metro Jaya saat sedang duduk di depan Kelenteng Eng An Kiong, yang terletak di Jalan R.E Martadinata, Kota Malang.

Bima dilaporkan hilang setelah mengikuti demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Ternyata, ia tidak dihilangkan secara paksa selama aksi tersebut dan diduga masih berada dalam tahanan terkait dengan peristiwa itu. Kepolisian menyatakan bahwa Bima pergi ke Malang untuk berjualan mainan barongsai di depan kelenteng.

Muryani, salah satu petugas keamanan di Kelenteng Eng An Kiong, menyampaikan bahwa Bima dijemput oleh polisi saat ia sedang duduk-duduk di depan kelenteng sekitar pukul 12.00-13.00 WIB pada Rabu, 17 September 2025. Pada saat itu, dua orang polisi yang berpakaian preman langsung merangkul leher Bima.

"Ada sekitar sepuluh orang datang ke situ, mereka mengaku polisi. Anak itu seperti kaget kebingungan," kata Muryani pada Kamis (18/9).

Bima Diantar ke Mobil Polisi

Setelah memastikan identitasnya, kepolisian mengonfirmasi bahwa pria tersebut adalah Bima. Mereka segera mengantarnya ke dalam mobil. Proses penjemputan Bima dari lokasi berlangsung sangat cepat.

Muryani baru menyadari bahwa pria itu adalah orang yang dilaporkan hilang setelah mendengar pembicaraan kepolisian.

"Saya kira dia anak punk yang biasa ngamen di perempatan jalan depan kelenteng karena saat itu pakai kaos hitam," ujar Muryani.

Muryani mengaku bahwa dalam beberapa waktu terakhir, dia tidak pernah melihat Bima. Dia baru mengetahui tentang keberadaan pria itu di depan kelenteng pada hari ketika Bima diambil oleh tim khusus Polda Metro Jaya.

"Tidak pernah lihat, karena saya fokus di dalam saja. Juga lama tak ada pedagang," jelas Muryani.

Tidak Ada Kegiatan di Kelenteng

Muryani mengungkapkan bahwa kawasan di depan rumah ibadah Tri Dharma saat ini sangat sepi. Tidak ada pedagang yang berjualan di area tersebut, dan kehadiran mereka hanya terlihat saat ada acara tertentu.

Dia menyebutkan bahwa terakhir kali kawasan itu ramai dengan pedagang adalah saat perayaan Imlek pada 29 Januari 2025. Pedagang yang menjajakan pakaian barongsai dan pakaian Tionghoa juga sudah lama tidak terlihat di sana.

"Saya tak tahu anak itu pedagang atau bukan, yang jelas di depan sini sudah lama tak ada pedagang," ucap Muryani.

Dia juga menambahkan bahwa acara berikutnya yang akan diselenggarakan di Kelenteng Eng An Kiong adalah kirab budaya pada 26 September 2025. Acara yang berskala Asia ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.500 orang dalam parade kebudayaan Tionghoa.

"Tidak tahu anak itu mau siap-siap jualan pada even itu atau tidak," kata Muryani.

Di sisi lain, Bima Permana Putra kini masuk dalam daftar orang hilang saat terjadi demonstrasi di Kwitang. Namanya diumumkan oleh KontraS melalui akun media sosial mereka, bersama dengan dua demonstran lain yang juga dilaporkan hilang, yaitu M Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo.

Rekomendasi