Fakta Unik Santri Land Festival 2025 Digelar di 2024: Ribuan Santri Sepakati Petisi Bangun Negeri

Ribuan santri dari Banten menandatangani Petisi Santri 'Bersatu Jaga Marwah Pesantren' di Santri Land Festival, berkomitmen membangun negeri dan berinovasi. Apa saja poin pentingnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Santri Land Festival 2025 Digelar di 2024: Ribuan Santri Sepakati Petisi Bangun Negeri
Ribuan santri dari Banten menandatangani Petisi Santri 'Bersatu Jaga Marwah Pesantren' di Santri Land Festival, berkomitmen membangun negeri dan berinovasi. Apa saja poin pentingnya? (AntaraNews)

Ribuan santri dari berbagai daerah di Banten berkumpul dalam perhelatan akbar Santri Land Festival 2025 yang diselenggarakan di Tangerang Selatan. Pada acara tersebut, mereka secara serentak menandatangani sebuah petisi penting yang berisi komitmen kuat untuk membangun negeri serta menjaga marwah pesantren di Indonesia.

Petisi yang bertajuk "Santri Bersatu Jaga Marwah Pesantren" ini tidak hanya ditujukan untuk kalangan santri. Penandatanganan juga melibatkan alumnus pondok pesantren, unsur masyarakat, hingga pejabat publik, termasuk Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.

Acara yang berlangsung pada Minggu, 19 Oktober, di Alun-Alun Pondok Aren ini menjadi simbol solidaritas. Inisiatif ini menegaskan kembali peran strategis pesantren dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memajukan Indonesia di berbagai sektor.

Peran Santri dalam Membangun Bangsa

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengutip salah satu poin penting dalam petisi tersebut. Ia menyatakan, "Kami bersaksi bahwa pesantren tak pernah luntur memelihara jiwa patriotisme untuk memperjuangkan kepentingan bangsa." Pernyataan ini menggarisbawahi kontribusi historis dan berkelanjutan pesantren dalam sejarah Indonesia.

Setelah turut serta menandatangani petisi, Pilar Saga Ichsan menegaskan keyakinannya terhadap potensi santri. Menurutnya, santri masih menjadi harapan besar bagi kemajuan dan masa depan Indonesia. Harapan ini mencerminkan pengakuan terhadap peran ganda santri, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

Pilar juga berharap agar para santri tidak hanya terpaku pada ranah keagamaan. Ia mendorong mereka untuk aktif bergerak di berbagai sektor lain yang relevan dengan perkembangan zaman. Bidang-bidang seperti industri digital, kewirausahaan, kepemudaan, dan kesenian disebut sebagai area potensial bagi inovasi santri.

"Bagaimana ke depan bahwa santri-santri didorong untuk bisa berinovasi, bukan hanya saja di bidang keagamaan, tapi di bidang entrepreneurship (kewirausahaan), di bidang digitalisasi, kepemudaan, seni dan lain sebagainya. Jadi potensi santri itu sangat luar biasa banyak," ungkap Pilar, menyoroti luasnya potensi yang dimiliki santri untuk berkontribusi.

Solidaritas Santri dan Tanggung Jawab Moral

Kegiatan Santri Land Festival 2025 tidak hanya berfokus pada penandatanganan petisi. Panitia juga menyelenggarakan Shalat Gaib khusus bagi 63 santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. Para santri ini menjadi korban akibat runtuhnya mushalla pesantren mereka beberapa waktu lalu.

Pilar Saga Ichsan mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai wujud solidaritas yang tinggi. Ia menekankan bahwa Shalat Gaib dan doa bersama ini menunjukkan kepedulian seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap tragedi yang menimpa sesama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Agenda Shalat Gaib dan doa bersama yang dilakukan oleh semua peserta itu solidaritas bagi seluruh masyarakat di Indonesia, bahwa sekecil apapun kejadian, tragedi yang terjadi pada saudara-saudara kita di Sidoarjo kemarin, ataupun saudara-saudara kita di Palestina ini merupakan tanggung jawab moral kita untuk selalu mendoakan," jelas Pilar.

Pernyataan ini menegaskan bahwa solidaritas santri melampaui batas geografis. Mereka tidak hanya peduli pada isu nasional, tetapi juga isu kemanusiaan global. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan kepedulian yang mendalam dari komunitas pesantren terhadap sesama.

Seruan Aksi dan Gotong Royong Pesantren

Aditia Warman, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangerang Selatan, menjelaskan tujuan utama dari festival ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari solidaritas dan tanggung jawab para santri kepada Indonesia. Ini adalah manifestasi dari komitmen mereka terhadap bangsa dan negara.

Aditia, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Santri Land Festival 2025, merinci rangkaian acara yang digelar. "Melalui acara ini yang dimulai dari parade karnaval, kemudian Shalat Gaib, hingga tanda tangan petisi adalah bentuk tanggung jawab kami kepada negeri ini," katanya. Setiap elemen acara dirancang untuk menyampaikan pesan kuat tentang peran santri.

Ia berharap bahwa seruan aksi yang dilakukan melalui festival ini dapat menjadi syiar yang luas. Tujuannya adalah untuk menginspirasi masyarakat agar pesantren bersama-sama dengan komunitas lainnya dapat bergotong royong. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia di masa depan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama. Mereka juga merupakan pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa dan penjaga nilai-nilai kebersamaan. Dengan demikian, peran santri dalam menjaga kedaulatan negara semakin relevan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi