Fakta Baru Kasus Penculikan Kepala Cabang Bank, Rencana Komplotan Berantakan karena 'Safe House' Disewa Orang

Rencana awal, korban akan dibawa ke sebuah “posko aman” untuk dipaksa memindahkan aliran uang dari rekening dormant ke rekening penampung.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Fakta Baru Kasus Penculikan Kepala Cabang Bank, Rencana Komplotan Berantakan karena 'Safe House' Disewa Orang
15 Tersangka dan Perannya dalam Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN (© 2025 Liputan6.com)

Rencana komplotan penculik MIP, kepala cabang bank BUMN, berantakan. Rencana awal, korban akan dibawa ke sebuah “posko aman” untuk dipaksa memindahkan aliran uang dari rekening dormant ke rekening penampung. Namun, skenario itu kandas, karena lokasi yang dijanjikan ternyata sudah disewa orang lain.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim menerangkan, perencanaan awal, Serka N sempat menjanjikan menyiapkan 'safe house'. Posko itu rencananya digunakan sebagai tempat untuk mendesak korban agar menuruti kemauan pelaku.

"Berdasarkan penyidikan kami bahwa ada salah pendapat antara DW dan JP dengan Serka N. Yang mana pada saat perencanaan, Serka N menyanggupi untuk menyiapkan posko. Namun, pada pelaksanaannya N menyampaikan bahwa posko yang disiapkan sedang disewa oleh orang lain," kata Abdul Rahim kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).

Detik-Detik Kepala Cabang Bank di Jaktim Disergap dan Diculik Sebelum Ditemukan Tewas
Penculikan Kepala Cabang Bank di Jakarta Hingga Ditemukan Meninggal. (Liputan6.com/istimewa) © 2025 Liputan6.com

Karena hal itulah korban tidak jadi dibawa ke posko atau safe house, malah tetap berada dalam mobil Fortuner hitam. Saat itu, kata Abdul Rahim seadainya korban bersedia, tim IT yang disiapkan oleh K alias C akan datang.

"Mereka bersama-sama membawa korban ke bank. Nanti akan dieksekusi rekening dormant tersebut di bank kantornya si korban bekerja," ucap dia.

Dalam kasus ini, polisi berhasil meringkus 15 orang. Mereka dibagi dalam empat klaster otak perencana, eksekutor penculikan, penganiaya yang menyebabkan korban tewas, dan tim surveilans yang membuntuti.

Selain dari kalangan sipil, dua anggota TNI juga terlibat. Polisi Militer Kodam Jaya telah menetapkan Serka N dan Kopda F menjadi tersangka. Keduanya kini sudah ditahan.

Rekomendasi