Bukan Hanya Konser, Kualitas Rumput JIS Dikritik Rizky Ridho dan Pelatih Persija Usai Laga Imbang

Kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan tajam setelah laga Persija vs Bali United. Rizky Ridho dan pelatih Persija kritik kondisi rumput JIS yang dianggap mengganggu permainan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Hanya Konser, Kualitas Rumput JIS Dikritik Rizky Ridho dan Pelatih Persija Usai Laga Imbang
Kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan tajam setelah laga Persija vs Bali United. Rizky Ridho dan pelatih Persija kritik kondisi rumput JIS yang dianggap mengganggu permainan. (Merdeka.com)

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, melontarkan kritik keras terhadap kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS). Kritik ini disampaikan usai timnya ditahan imbang 1-1 oleh Bali United dalam laga Super League pada Minggu lalu. Ia menilai kondisi rumput pasca konser sangat mempengaruhi performa tim.

Pernyataan Ridho tersebut didukung penuh oleh pelatih Persija, Mauricio Souza, yang juga merasakan dampak serupa. Bahkan, pelatih Bali United, Johnny Jansen, turut menyoroti kondisi lapangan. Mereka semua sepakat bahwa rumput JIS perlu perbaikan serius.

Kondisi rumput yang kurang prima ini disebut-sebut menghambat gaya permainan Persija yang mengandalkan umpan-umpan pendek. Akibatnya, tim Macan Kemayoran kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya di kandang sendiri. Hal ini menjadi perhatian utama bagi tim pelatih dan pemain.

Sorotan Tajam dari Kapten Macan Kemayoran

Rizky Ridho, kapten Persija Jakarta, mengungkapkan rasa senangnya bisa bermain di JIS yang megah. Namun, ia juga tidak ragu memberikan masukan konstruktif terkait kondisi lapangan. "Saya sangat senang bisa bermain di stadion yang sangat-sangat bagus," kata Ridho dalam jumpa pers pascapertandingan. Ia menambahkan, "Tapi mungkin saya sebagai perwakilan teman-teman, ingin memberikan masukan, kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki."

Kritik terhadap kualitas rumput JIS ini bukan tanpa alasan. Menurut Ridho, tim Macan Kemayoran sangat mengandalkan umpan-umpan pendek dalam strateginya. Kondisi rumput yang tidak rata membuat umpan satu dua sentuhan menjadi sulit dilakukan. Ini secara signifikan menurunkan kualitas permainan Persija.

Pemain berusia 23 tahun itu menjelaskan perbedaannya saat bermain tandang. "Karena ketika kita main away, di lapangan lain kita bisa berani (bermain) satu dua sentuhan," ujarnya. Namun, di kandang sendiri, dengan dukungan suporter, mereka justru kurang berani melakukan hal tersebut. "Kadang lapangan naik-naik," tambahnya, menunjukkan kesulitan teknis yang dihadapi.

Pelatih Persija dan Bali United Turut Bersuara

Kritik terhadap kualitas rumput JIS tidak hanya datang dari pemain. Pelatih Persija, Mauricio Souza, juga menyuarakan keprihatinannya. "Saya juga ingin berbicara sedikit tentang JIS. JIS adalah salah satu stadion terindah di dunia. Tidak diragukan lagi," ungkap pelatih asal Brasil itu. Namun, ia menegaskan, "Tapi rumputlah yang menghalangi permainan kami."

Souza menjelaskan bahwa gaya bermain timnya sangat bergantung pada kondisi lapangan yang baik. "Tim kami adalah tim yang mengandalkan umpan. Tim kami memiliki banyak umpan, banyak sirkulasi bola," jelasnya. Dengan kondisi rumput yang kurang ideal, strategi ini menjadi sulit diterapkan secara maksimal. Hal ini tentu mempengaruhi performa tim di lapangan.

Bahkan, pelatih Bali United, Johnny Jansen, turut menyoroti isu kualitas rumput JIS. Ia mengakui bahwa lapangan yang bagus sangat membantu timnya bermain sepak bola dengan baik. "Kami ingin bermain sepak bola dengan baik, jika lapangan bagus itu akan membantu kami tentu," kata Jansen. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya kemampuan tim untuk beradaptasi.

Jansen menambahkan bahwa timnya berlatih di lapangan dengan kualitas yang baik. "Saya tidak tahu bagaimana tim lain berlatih, di Bali United kami berlatih dengan lapangan bagus," ujarnya. Namun, ia memilih untuk tidak terlalu mengeluh. "Saya tidak mau komplain soal lapangan ini karena saya rasa kami harus bisa menghadapi situasi ini," pungkas pelatih asal Belanda itu.

Laga yang mempertemukan Persija Jakarta dan Bali United tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Gol debut Bruno Tubarao untuk Persija pada menit ke-56 berhasil menyamakan kedudukan. Sebelumnya, Bali United unggul melalui gol Mirza Mustafic di menit ke-18.

Hasil ini menempatkan Persija di posisi kedua klasemen sementara dengan 11 poin. Mereka terpaut satu poin dari Borneo FC yang masih memiliki satu laga lebih banyak. Sementara itu, Bali United berada di posisi kesembilan dengan perolehan enam poin. Kondisi lapangan yang dikritik ini diharapkan tidak terus menjadi penghalang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi