Tahukah Anda, Banjir Bandang Nagekeo Terjang 13 Desa? BPBD Salurkan Bantuan Banjir Nagekeo dari Berbagai Pihak

BPBD Nagekeo terus menyalurkan Bantuan Banjir Nagekeo dari berbagai pihak, termasuk Pertamina, untuk korban terdampak banjir bandang yang melanda 13 desa. Simak detail bantuan dan dampaknya bagi warga!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Banjir Bandang Nagekeo Terjang 13 Desa? BPBD Salurkan Bantuan Banjir Nagekeo dari Berbagai Pihak
BPBD Nagekeo terus menyalurkan Bantuan Banjir Nagekeo dari berbagai pihak, termasuk Pertamina, untuk korban terdampak banjir bandang yang melanda 13 desa. Simak detail bantuan dan dampaknya bagi warga! (Merdeka.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memulai penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang. Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, termasuk kontribusi signifikan dari Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Retail NTT dan Fuel Terminal Ende. Penyaluran bantuan ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Nagekeo, Oswaldus Dhoi, menyatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat membantu warga terdampak. "Kami terus mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak," ujarnya dari Kupang, Sabtu (13/9). Proses distribusi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi.

Banjir bandang yang melanda pada Senin (8/9) telah menyebabkan kerusakan parah dan mengganggu kehidupan masyarakat. Sebanyak 13 desa di Kabupaten Nagekeo terdampak, dengan Kecamatan Mauponggo menjadi wilayah yang paling parah. Penanganan darurat terus diupayakan oleh pemerintah daerah bersama BPBD untuk memulihkan kondisi.

Dampak Banjir Bandang dan Penanganan Darurat

Banjir bandang di Nagekeo terjadi pada 8 September, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan. Curah hujan tinggi menyebabkan aliran air meluap deras ke pemukiman warga, menyapu rumah-rumah yang berada di jalur banjir. Kejadian ini mengakibatkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi penduduk setempat.

Musibah ini berdampak pada 13 desa di Kabupaten Nagekeo, dengan Kecamatan Mauponggo mencatat kerusakan paling signifikan. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda, sehingga mereka harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama BPBD Nagekeo terus berupaya melakukan penanganan darurat. Langkah-langkah yang diambil meliputi evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, dan distribusi bantuan logistik. Fokus utama adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa pemulihan awal.

Sinergi Pertamina dan BPBD dalam Penyaluran Bantuan

Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam membantu korban bencana dengan menyalurkan berbagai jenis bantuan. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan penting bagi warga terdampak. Seluruh bantuan tersebut diterima oleh BPBD Nagekeo untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun bantuan yang disalurkan oleh Pertamina meliputi:

  • Pakaian
  • Ember bak
  • Mainan anak
  • Mie instan
  • Beras
  • Air mineral
  • Minyak goreng
  • Profil tank 550 liter
  • Obat-obatan

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan komitmen perusahaan dalam merespons cepat setiap bencana alam. "Pertamina Patra Niaga terus bersinergi dengan berbagai instansi untuk memastikan bantuan segera diterima masyarakat," kata Ahad dari Surabaya. Kehadiran Pertamina di Nagekeo merupakan bagian dari upaya meringankan beban para korban banjir bandang.

Pertamina berharap dukungan yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di Nagekeo. Dengan semangat gotong royong, sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan dunia usaha diyakini mampu mempercepat bangkitnya kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menghadapi dan memulihkan diri dari dampak bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi