Persija Jakarta secara resmi mengumumkan penunjukan mantan pemain legendarisnya, Bambang Pamungkas, sebagai direktur olahraga. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dalam acara 'Ngopi bareng Persija' yang berlangsung di Persija Cafe, Jakarta, pada Kamis (11/9).
Langkah ini menandai kembalinya sosok yang akrab disapa Bepe ini ke dalam struktur manajemen klub dengan peran yang lebih strategis. Penunjukan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan tim, terutama dalam menyelaraskan visi dan misi klub dengan kebutuhan pelatih serta operasional tim secara keseluruhan.
Sebagai direktur olahraga, Bambang Pamungkas akan memiliki tanggung jawab luas dalam membawahi seluruh aspek teknis dan pengembangan di Persija. Peran ini mencakup koordinasi dengan direktur teknik dan Chief Akademi, memastikan semua elemen klub berjalan seiring demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Advertisement
Advertisement
Peran dan Tanggung Jawab Baru Bepe
Dalam struktur organisasi Persija Jakarta, peran direktur olahraga yang diemban Bambang Pamungkas sangat vital. Mohamad Prapanca menjelaskan, "Tugas direktur olahraga itu membawahi semuanya. Di bawahnya ada direktur teknik dan Chief Akademi. Jadi, Bepe (Bambang Pamungkas) ini merangkum keperluan semua." Ini menunjukkan bahwa Bambang akan menjadi koordinator utama untuk seluruh kebutuhan teknis dan pengembangan pemain di klub.
Bambang Pamungkas sendiri bukan sosok baru di jajaran manajemen Persija. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai manajer tim dalam dua periode, yaitu 2020-2022 dan 2024-2025. Pengalaman ini memberikan bekal yang kuat bagi Bepe dalam memahami dinamika dan operasional tim, meskipun kini jabatan manajer Persija kembali dipegang oleh Ardhi Tjahjoko.
Legenda dengan nomor punggung 20 ini menegaskan bahwa peran sebagai direktur olahraga sebenarnya bukan hal yang asing baginya. Ia merasa bahwa saat menjabat sebagai manajer pun, tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya memiliki kemiripan dengan peran direktur olahraga saat ini. "Mungkin tugas yang dibebankan kepada saya adalah bagaimana bisa membuat visi dan misi klub ini sejalan dengan kebutuhan dan juga keinginan pelatih," ujar Bambang.
Advertisement
Ia menambahkan, "Itulah dimulai kemarin saya, Pak Panca, juga Pak Ardhi, berdiskusi tentang pemilihan pelatih, dan fasilitas apa yang diinginkan oleh pelatih." Hal ini menunjukkan bahwa Bambang Pamungkas akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan strategis terkait arah tim, termasuk dalam pemilihan pelatih dan penyediaan fasilitas yang mendukung performa tim.
Advertisement
Komitmen Persija pada Pembinaan Usia Dini
Selain fokus pada tim utama, Bambang Pamungkas juga menegaskan komitmen Persija sebagai klub yang memiliki perhatian tinggi terhadap pembinaan pemain usia dini. Menurutnya, operasional tim senior atau tim utama harus selalu sejalan dengan visi dan misi klub dalam mengembangkan bakat-bakat muda. Hal ini menjadi salah satu pilar penting dalam filosofi Persija.
Meskipun pada BRI Super League 2025/2026 Persija banyak mendatangkan pemain asing, total sembilan pemain asal Brasil, klub berjuluk Macan Kemayoran ini tetap menunjukkan komitmennya pada pemain lokal. Mereka juga mendaftarkan sejumlah besar pemain usia muda dari akademi sendiri untuk menjalani kompetisi musim ini.
Total terdapat 14 pemain akademi yang didaftarkan Persija untuk musim ini, menunjukkan investasi klub pada masa depan. Meskipun hingga pertandingan pekan keempat baru Arlyansyah Abdulmanan dan Alfriyanto Nico yang mendapatkan kesempatan bermain, kehadiran mereka dalam skuad utama adalah bukti nyata dari jalur pembinaan yang kuat.
Advertisement
Pendekatan seimbang antara merekrut pemain asing berkualitas dan mengembangkan talenta lokal ini diharapkan dapat menciptakan tim yang kompetitif dan berkelanjutan. Dengan Bambang Pamungkas sebagai direktur olahraga, Persija berambisi untuk terus menjadi klub yang berprestasi sekaligus menjadi wadah bagi pengembangan pemain muda Indonesia.
Sumber: AntaraNews