Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemampuan kafilahnya untuk mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur. Ajang bergengsi ini akan berlangsung di Kabupaten Jember mulai tanggal 11 hingga 21 September 2025.
Keyakinan ini bukan tanpa alasan, mengingat persiapan intensif yang telah dilakukan oleh 56 kafilah asal Lamongan. Mereka telah menjalani serangkaian pembinaan komprehensif, baik dari segi teori maupun penguatan mental, demi mengulang prestasi terbaik pada MTQ Jatim sebelumnya.
Dukungan penuh dari Pemkab Lamongan menjadi modal utama bagi para kafilah yang akan berjuang di tujuh cabang perlombaan dengan 24 golongan. Target mempertahankan juara umum menjadi motivasi kuat bagi seluruh peserta untuk memberikan penampilan terbaiknya di hadapan dewan juri.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemkab untuk Prestasi Kafilah Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara langsung memberikan dukungan moral dan motivasi kepada 56 kafilah yang diberangkatkan ke Jember. Beliau menekankan pentingnya optimisme dan penerapan pola pembinaan yang telah didapat.
"Kepada seluruh kafilah harus optimis, terus menerapkan pola pembinaan yang telah didapat, dan jangan pernah menganggap kecil lawan. Terus berusaha semaksimal mungkin pada MTQ kali ini," ujar Bupati Yuhronur Efendi di Lamongan, Rabu.
Bupati berharap, keikutsertaan kafilah Lamongan tidak hanya membawa pulang prestasi gemilang. Lebih dari itu, ia berharap para kafilah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin mencintai Al-Quran dan senantiasa menjaga nama baik daerah di kancah provinsi.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pembinaan Intensif LPTQ Lamongan
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lamongan, Nalikan, menjelaskan bahwa kesiapan para peserta telah didukung oleh pembinaan yang sangat intensif. Pembinaan ini mencakup delapan kali sesi utama serta satu kali uji coba menyeluruh.
Nalikan menambahkan bahwa pola pembinaan yang diterapkan oleh LPTQ Lamongan tidak hanya bersifat insidental menjelang kompetisi. Sebaliknya, pembinaan sudah berlangsung secara rutin jauh sebelum jadwal MTQ, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan potensi qari dan qariah.
Selain aspek teori dan teknik tilawah, pembinaan juga menyasar penguatan mental para kafilah. Hal ini penting untuk memastikan mereka dapat tampil maksimal di bawah tekanan kompetisi. "Pola pembinaan untuk kafilah Lamongan tidak hanya menjelang kompetisi, melainkan rutin digelar. Selain teori, yang dibimbing juga mental para kafilah," kata Nalikan.
Advertisement
Pendekatan holistik ini bertujuan untuk membentuk kafilah yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan selama perlombaan dan memberikan performa terbaiknya.
Advertisement
Target Juara Umum dan Potensi Kafilah Lamongan
Sebanyak 56 kafilah Lamongan yang diberangkatkan ke Jember akan berlaga di tujuh cabang perlombaan yang berbeda. Cabang-cabang ini kemudian terbagi lagi menjadi 24 golongan, menunjukkan keragaman dan kedalaman potensi yang dimiliki oleh Lamongan dalam bidang tilawatil Quran.
Setiap kafilah telah dipersiapkan secara spesifik untuk golongan dan cabang yang akan diikutinya. Harapan besar disematkan kepada mereka untuk dapat mengukir sejarah baru dengan mempertahankan gelar juara umum, yang akan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Lamongan.
Keberhasilan mempertahankan juara umum akan menjadi bukti nyata dari efektivitas program pembinaan dan dukungan yang diberikan. Ini juga akan menegaskan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan talenta-talenta unggul di bidang tilawatil Quran di Jawa Timur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews