Tragedi Perlintasan Tanpa Palang Pintu: Minibus Tertabrak Kereta Api di OKU, Satu Korban Tewas

Minibus Mitsubishi Xpander tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu OKU, Sumatera Selatan. Kecelakaan Kereta Api OKU ini menewaskan satu penumpang dan melukai dua lainnya. Bagaimana kronologinya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragedi Perlintasan Tanpa Palang Pintu: Minibus Tertabrak Kereta Api di OKU, Satu Korban Tewas
Minibus Mitsubishi Xpander tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu OKU, Sumatera Selatan. Kecelakaan Kereta Api OKU ini menewaskan satu penumpang dan melukai dua lainnya. Bagaimana kronologinya? (Merdeka.com)

Sebuah insiden tragis terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Rabu sore, 10 September, sekitar pukul 17.00 WIB. Sebuah minibus jenis Mitsubishi Xpander dengan nomor polisi L 1458 CAF tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu. Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Lintas Peninjauan, menyebabkan kepanikan dan kerugian besar.

Kecelakaan maut ini merenggut satu korban jiwa dan melukai dua orang lainnya, termasuk seorang bayi. Korban meninggal dunia diketahui bernama Hermini (40), seorang penumpang minibus, warga Dusun II, Kecamatan Peninjauan. Sementara itu, sopir minibus, Adi (43), dan seorang bayi berusia delapan bulan mengalami luka berat dan segera dilarikan ke RSUD Baturaja untuk penanganan intensif.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi pasti dari insiden ini. Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menyatakan bahwa timnya sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Kerusakan parah pada kendaraan menunjukkan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi.

Peristiwa tragis ini bermula ketika minibus Mitsubishi Xpander yang dikemudikan oleh Adi melaju dari arah Jalan Peninjauan menuju Desa Penilikan. Menurut keterangan salah seorang warga Desa Penilikan, Yel (50), insiden terjadi saat kendaraan melintasi perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu. "Saat melintasi perlintasan kereta api, diduga pengemudi kurang awas dan tidak melihat kereta yang sedang melintas," jelas Yel.

Dugaan awal menunjukkan bahwa kelalaian pengemudi menjadi faktor utama dalam kecelakaan ini. Akibat benturan keras, minibus tersebut mengalami kerusakan parah di bagian samping dan depan. Serpihan kaca dan bagian-bagian badan kendaraan berserakan di sekitar lokasi kejadian, menunjukkan kekuatan tabrakan yang terjadi. Mobil bahkan terseret sejauh sekitar 20 meter dari titik tabrakan awal ke sisi kiri jalan.

Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo mengonfirmasi bahwa pihaknya belum dapat memberikan detail jenis kereta api yang terlibat dalam kecelakaan ini. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian," tegasnya, menekankan pentingnya proses investigasi yang menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah pengumpulan bukti dan keterangan untuk memahami secara utuh penyebab insiden ini.

Korban yang mengalami luka berat, yaitu Adi (43) dan bayi berusia delapan bulan, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Baturaja. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis. Sementara itu, jenazah Hermini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kecelakaan ini menjadi pengingat akan bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi pengendara. Insiden ini juga menyoroti urgensi peningkatan keamanan di perlintasan sebidang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi