Menanam Kelapa, Menanam Harapan: Imigrasi Bergerak untuk Ketahanan Pangan Bangsa

Penanaman kelapa tersebut merupakan bagian dari program strategis Ditjen Imigrasi Jawa Barat, yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Menanam Kelapa, Menanam Harapan: Imigrasi Bergerak untuk Ketahanan Pangan Bangsa
Menanam Kelapa, Menanam Harapan: Langkah Bersama Wujudkan Ketahanan Pangan (@ 2025 merdeka.com)

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, melalui Kantor Wilayah Jawa Barat bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di provinsi tersebut, menggelar aksi tanam pohon kelapa secara serentak.

Kegiatan ini berlangsung di kawasan pesisir Pantai Ciletuh, Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari inisiatif nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, berkolaborasi dengan jajaran TNI AD, khususnya Kodim setempat, dalam memanfaatkan lahan militer untuk kegiatan ini.

Penanaman kelapa tersebut merupakan bagian dari program strategis yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di Pulau Nusakambangan.

Gerakan ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap swasembada pangan dan pembangunan berkelanjutan, menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Acara yang digelar pada Rabu pagi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Barat, Filianto Akbar, bersama para Kepala Kantor Imigrasi dari berbagai wilayah di Jawa Barat—meliputi Bandung, Bogor, Cianjur, Cirebon, Depok, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, hingga Bekasi. Sebanyak 2.500 bibit kelapa ditanam di lokasi tersebut.

Sejumlah tokoh dan pejabat lokal turut hadir, di antaranya Dandim 0622 Sukabumi, Danramil 2215 Ciemas, Kapolsek Ciwaru, Camat Ciemas, serta aparat desa dan satuan keamanan lainnya. Kegiatan ini juga terselenggara secara hybrid, dengan partisipasi virtual dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, perwakilan Lembaga Administrasi Negara, jajaran Kementerian Pertanian, Direktur PLN, Direktur BRI, serta Gubernur Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, menjelaskan kontribusi besar Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan terhadap ketahanan pangan nasional.

"Lapas Nusakambangan telah mengembangkan berbagai unit produktif, mulai dari pertanian dan peternakan, hingga pengolahan sampah dan pelatihan kerja," ujarnya.

Ia juga menyebut program penanaman 360 ribu pohon kelapa sebagai bentuk konkret dukungan terhadap agenda hilirisasi dan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan Perkebunan, Yudi Sastro, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kelapa adalah komoditas strategis.

"Kelapa adalah pohon kehidupan. Hampir seluruh bagian pohonnya bisa dimanfaatkan untuk pangan, energi, lingkungan, bahkan ekspor," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 13 Akselerasi Program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor energi dan keuangan. Direktur PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya sinergi sektor ketenagalistrikan dengan sektor pertanian agar irigasi dan produktivitas bisa maksimal. Dari sisi keuangan, BRI menegaskan dukungannya dalam akses pembiayaan UMKM pertanian, termasuk bagi petani dan warga binaan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam pidatonya menekankan pentingnya ketahanan pangan dimulai dari level terkecil, yakni rumah tangga.

"Program ketahanan pangan juga jadi instrumen untuk melihat keberhasilan satuan pemasyarakatan, karena lewat inisiatif ini warga binaan dibekali keterampilan untuk hidup mandiri," ujarnya.

Menurutnya, peran serta semua pihak mutlak diperlukan demi terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh.

Sebagai penutup, dilakukan penanaman simbolis oleh seluruh kepala kantor imigrasi se-Jawa Barat bersama Kepala Kanwil Imigrasi Jabar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tetapi juga soal kolaborasi dan kepedulian lintas sektor.

Penanaman pohon kelapa yang juga dilakukan di kawasan Geopark Ciletuh ini merupakan bagian dari gerakan nasional membangun ketahanan pangan dari akar rumput. Transformasi Nusakambangan menjadi pusat pelatihan dan produksi pertanian bagi warga binaan menandai pergeseran paradigma pemasyarakatan ke arah yang lebih produktif dan mandiri.

Dengan dukungan dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat, daerah, TNI, BUMN, hingga masyarakat umum, cita-cita swasembada pangan dan kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar mimpi. Justru, lewat langkah konkret seperti ini, Indonesia memperlihatkan kesiapannya menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.

Program ini bukan hanya tentang menanam 360 ribu pohon kelapa, tetapi juga tentang menanam harapan, kerja sama, dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang berdaulat dalam pangan dan kuat secara ekonomi.

Rekomendasi