Mengapa Pengamat Sarankan Presiden Prabowo Fokus Perbaikan Polri Tanpa Ganti Kapolri?

Pengamat politik menyarankan Presiden Prabowo Subianto fokus pada Perbaikan Polri daripada mengganti Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Apa alasannya di tengah tuntutan publik?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa Pengamat Sarankan Presiden Prabowo Fokus Perbaikan Polri Tanpa Ganti Kapolri?
Pengamat politik menyarankan Presiden Prabowo Subianto fokus pada Perbaikan Polri daripada mengganti Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Apa alasannya di tengah tuntutan publik? (Merdeka.com)

Pengamat politik dari Indonesia Policy Institute (IPI), Karyono Wibowo, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada perbaikan institusi Polri secara menyeluruh. Saran ini diberikan tanpa harus melakukan pergantian Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri saat ini, sebuah langkah yang dinilai krusial.

Menurut Karyono, mempertahankan Listyo Sigit dibutuhkan untuk menjaga stabilitas negara, terutama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika politik. Pernyataan ini disampaikan Karyono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Sabtu, menyoroti pentingnya konsistensi kepemimpinan.

"Jadi, Presiden Prabowo tetap mendorong perbaikan institusi Polri tanpa harus terjebak dalam desakan pergantian atau pencopotan Kapolri," ujar Karyono. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah reformasi internal yang berkelanjutan, bukan sekadar pergantian figur.

Pentingnya Stabilitas di Tengah Dinamika Sosial

Karyono Wibowo menegaskan bahwa mempertahankan Jenderal Pol Listyo Sigit sebagai Kapolri merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas negara. "Mempertahankan Listyo Sigit sebagai Kapolri di tengah krisis sosial politik sekarang adalah langkah menjaga stabilitas," katanya, menyoroti kondisi yang memerlukan kepemimpinan yang kuat dan stabil.

Ia menambahkan bahwa pencopotan Listyo Sigit sebagai Kapolri saat ini tidak relevan dengan kebutuhan mendesak akan keamanan dan ketertiban. Fokus seharusnya tetap pada upaya reformasi internal dan peningkatan profesionalisme Polri, yang memerlukan waktu dan konsistensi.

Presiden diharapkan tidak terpengaruh oleh desakan yang bersifat jangka pendek, melainkan melihat gambaran besar kepentingan nasional. Perbaikan sistematis dalam tubuh kepolisian akan lebih efektif dalam jangka panjang daripada sekadar perubahan pucuk pimpinan yang bisa menimbulkan ketidakpastian baru.

Respons Kapolri dalam Kasus Ojol dan Tuntutan Publik

Terkait kasus meninggalnya pengemudi ojek daring (ojol) Affan Kurniawan oleh aparat kepolisian dalam unjuk rasa akhir Agustus 2025, Karyono memandang Listyo Sigit telah menjalankan tugasnya dengan baik. Kapolri menunjukkan kepemimpinan yang empati tetapi tegas dalam menghadapi insiden yang sensitif tersebut.

Listyo Sigit diketahui telah mendatangi keluarga Affan Kurniawan dan meminta maaf secara terbuka, sebuah tindakan yang menunjukkan sikap bertanggung jawab dan transparansi. "Artinya Pak Kapolri sudah bertindak adil, empati tetapi tetap tegas dalam menghadapi insiden demonstrasi dan dampaknya," jelas Karyono.

Di sisi lain, organisasi masyarakat sipil menuntut 12 hal kepada pemerintah, salah satunya adalah pergantian Listyo Sigit sebagai Kapolri. Mereka menilai Kapolri gagal mengubah watak represif Polri setelah insiden kekerasan terhadap massa aksi selama unjuk rasa yang terjadi.

Meskipun ada tuntutan tersebut, Karyono berpendapat bahwa tindakan Kapolri dalam merespons kasus Affan Kurniawan menunjukkan komitmen terhadap keadilan dan perbaikan internal. Hal ini membuktikan bahwa upaya perbaikan sudah berjalan, meskipun tantangan untuk mengubah budaya institusi besar seperti Polri masih besar.

Dorongan Reformasi Internal Polri

Karyono Wibowo menekankan bahwa fokus utama pemerintah seharusnya adalah mendorong reformasi internal Polri secara berkelanjutan. Ini mencakup peningkatan profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang lebih baik.

Perbaikan institusi tidak hanya bergantung pada satu individu, melainkan pada komitmen seluruh jajaran kepolisian untuk bertransformasi. Presiden memiliki peran penting dalam memastikan reformasi ini berjalan efektif dan menyeluruh.

Dengan demikian, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi