Kubar Raih Dana Karbon Rp16,33 Miliar: Upaya Penurunan Emisi GRK dan Pencegahan Deforestasi Berbuah Manis

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat serius dalam upaya Penurunan Emisi GRK melalui pencegahan deforestasi dan reboisasi, bahkan berhasil meraih dana karbon miliaran rupiah. Simak strateginya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kubar Raih Dana Karbon Rp16,33 Miliar: Upaya Penurunan Emisi GRK dan Pencegahan Deforestasi Berbuah Manis
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat serius dalam upaya Penurunan Emisi GRK melalui pencegahan deforestasi dan reboisasi, bahkan berhasil meraih dana karbon miliaran rupiah. Simak strateginya! (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar), Kalimantan Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya Penurunan Emisi GRK. Langkah proaktif ini dilakukan melalui pencegahan deforestasi lahan dan program reboisasi secara masif. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Target penurunan emisi yang dicanangkan cukup ambisius, yakni sebesar 18,37 persen secara tahunan dan 26,67 persen secara kumulatif dari emisi dasar tahun 2019. Wakil Bupati Kubar, Nanang Andriani, menyatakan bahwa pendekatan multi-sektor menjadi kunci utama dalam mencapai target ini. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan.

Sebagai bukti nyata keberhasilan program ini, Kabupaten Kubar pada tahun 2024 berhasil mendapatkan alokasi dana karbon senilai Rp16,33 miliar. Dana ini berasal dari program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), berkat kontribusi 81 kampung di daerah tersebut dalam menurunkan emisi dari sektor Folur. Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi.

Untuk mendukung program Penurunan Emisi GRK, Pemkab Kubar menerapkan pendekatan multi-sektor yang terintegrasi. Sektor kehutanan dan lahan menjadi prioritas utama melalui berbagai upaya konkret. Ini termasuk pencegahan deforestasi, reboisasi lahan kritis, dan rehabilitasi area yang telah rusak. Langkah ini krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain kehutanan, sektor energi juga didorong untuk beralih ke sumber terbarukan dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Pemkab Kubar berupaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang berkontribusi besar terhadap emisi GRK. Edukasi dan implementasi teknologi ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam sektor ini.

Di bidang pertanian, Pemkab Kubar menggandeng berbagai pihak untuk menerapkan praktik ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan produksi pertanian tidak merusak lingkungan dan tetap berkelanjutan. Sementara itu, untuk sektor transportasi dan pengelolaan limbah, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi inovatif untuk terus menekan emisi yang dihasilkan.

Wakil Bupati Nanang Andriani menegaskan bahwa Penurunan Emisi GRK bukanlah tugas eksklusif pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh komponen masyarakat. Sinergi antara perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mencapai tujuan lingkungan.

Dari sisi pemerintahan daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan dan kampung-kampung, terus ditekankan pentingnya menjaga lingkungan tetap hijau. Program penanaman di lahan kritis juga digalakkan untuk menyejukkan bumi dan meningkatkan kualitas udara. Kesadaran lingkungan ini diharapkan merata di seluruh lapisan masyarakat.

Keberhasilan Kubar dalam meraih dana karbon sebesar Rp16,33 miliar dari program FCPF adalah bukti nyata dari komitmen tersebut. Dana ini diberikan berkat keberhasilan 81 kampung dalam menurunkan emisi dari sektor Folur. Folur sendiri merupakan sistem pangan, penggunaan lahan, dan restorasi yang bertujuan mentransformasi praktik pertanian melalui pendekatan lanskap berkelanjutan, menjaga kesehatan ekosistem hutan dan sumber daya alam.

Nanang Andriani menyatakan optimisme tinggi bahwa dengan kolaborasi dan kerja keras, target penurunan emisi dapat tercapai. Ia juga mengimbau semua pihak menjadikan Kubar sebagai pionir pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi