Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Kementerian Dalam Negeri dan Bulog baru saja menuntaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak. Kegiatan ini sukses digelar di delapan kecamatan, menjangkau ribuan warga yang membutuhkan. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, mengungkapkan bahwa setiap lokasi GPM berhasil menarik sekitar 700 orang. Antusiasme warga menunjukkan betapa pentingnya akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau. Berbagai komoditas pokok tersedia, seperti beras, gula, dan minyak goreng.
Beras SPHP 5 kg dijual seharga Rp60 ribu, gula ManisKita 1 kg Rp17.500, dan minyak goreng Minyakkita 1 liter Rp15.500. Harga-harga ini jauh lebih rendah dari pasaran, meringankan beban ekonomi masyarakat. Program ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan.
Advertisement
Advertisement
Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Stabilisasi Harga
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong peran aktif pemerintah daerah (Pemda) dalam memperluas GPM. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan di seluruh wilayah. Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional.
Tito menjelaskan bahwa kemerdekaan sejati adalah kemampuan bangsa memberi makan rakyatnya sendiri. Swasembada pangan menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan. GPM adalah langkah konkret untuk mencapai tujuan mulia tersebut.
Sebanyak 1,3 juta ton beras dari total stok Bulog 4 juta ton akan digelontorkan. Penyaluran ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya beras SPHP. Rata-rata 7 ribu ton per hari akan disalurkan hingga akhir Desember.
Advertisement
Advertisement
Jangkauan Luas dan Dampak Positif GPM
Gerakan Pangan Murah Jakarta Barat dilaksanakan di berbagai lokasi strategis. Ini termasuk halaman kantor lurah, kantor camat, hingga rusun dan sekretariat RW. Lokasi-lokasi ini dipilih untuk memastikan aksesibilitas bagi warga.
Mendagri Tito meminta Pemda memperluas GPM hingga tingkat kecamatan. Kecamatan dianggap sebagai ujung tombak pemerintahan yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran GPM di level ini akan lebih efektif menjaga keterjangkauan harga.
Sebanyak 4.663 kecamatan dari 7.285 di seluruh Indonesia telah mendaftar untuk ikut GPM. Ini menunjukkan komitmen luas dari berbagai daerah. Program ini terbukti efektif menjaga stabilitas harga berdasarkan data inflasi mingguan.
Advertisement
Pemerintah bersama pemangku kepentingan akan terus memperluas jangkauan program. Tujuannya agar stok beras dari Bulog benar-benar sampai kepada rakyat. Kegiatan ini semata-mata untuk memastikan rakyat mendapatkan pangan terjangkau.
Sumber: AntaraNews