Tahukah Anda, PB PASI Targetkan Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara Beroperasi 2026?

PB PASI menargetkan Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara beroperasi 2026. Fasilitas berstandar internasional ini akan jadi yang ketiga, siap cetak atlet berprestasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, PB PASI Targetkan Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara Beroperasi 2026?
PB PASI menargetkan Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara beroperasi 2026. Fasilitas berstandar internasional ini akan jadi yang ketiga, siap cetak atlet berprestasi. (Merdeka.com)

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan olahraga atletik nasional. Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini mengumumkan target ambisius terkait pembangunan fasilitas baru. Sebuah pusat latihan atletik modern berstandar internasional di Provinsi Sumatera Utara diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Pusat latihan ini dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas unggulan PB PASI, melengkapi dua pusat latihan yang sudah ada sebelumnya di Pangalengan, Jawa Barat, dan Mimika, Papua. Dengan adanya fasilitas ketiga ini, Indonesia akan memiliki infrastruktur yang lebih kuat untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Pembangunan ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia atletik di tanah air.

Luhut Binsar Pandjaitan, yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB PASI Periode 2025-2029 dalam Kongres PASI 2025 di Solo, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan biasa. Pusat latihan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas terintegrasi, mulai dari asrama, gym, pusat riset, hingga kantin, semuanya dirancang untuk mendukung performa optimal para atlet.

Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara dirancang dengan standar internasional yang ketat, memastikan setiap aspek mendukung pengembangan atlet secara maksimal. Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya kualitas lintasan atletik. Ia meminta agar track yang digunakan benar-benar berstandar internasional, termasuk penggunaan lintasan karet berkualitas tinggi.

Fasilitas ini tidak hanya berfokus pada lintasan lari. Kompleks pusat latihan akan mencakup berbagai sarana pendukung yang terintegrasi. Atlet akan dapat menikmati fasilitas asrama yang nyaman, gym modern untuk latihan kekuatan, pusat riset untuk pengembangan teknik dan strategi, serta kantin yang menyediakan nutrisi seimbang. Kelengkapan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pelatihan yang holistik dan efektif.

Kehadiran pusat latihan di Sumatera Utara ini akan menambah daftar fasilitas unggulan PB PASI. Saat ini, PB PASI telah memiliki dua fasilitas andalan yang telah terbukti mencetak atlet-atlet berbakat, yaitu di Pangalengan, Jawa Barat, dan di Mimika, Papua. Penambahan fasilitas ketiga ini menunjukkan komitmen PB PASI untuk terus memperluas jangkauan pembinaan atlet di berbagai wilayah Indonesia.

Pemilihan lokasi Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara tidak lepas dari pertimbangan strategis. Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa lokasi pusat latihan baru tersebut memiliki aksesibilitas yang sangat baik. Waktu tempuh dari Bandar Udara Silangit ke lokasi hanya sekitar 30 menit, memudahkan mobilitas atlet, pelatih, maupun tamu dari luar daerah.

Akses yang mudah dari bandara ini diharapkan dapat membentuk ekosistem olahraga dan industri yang berkembang di sekitar area tersebut. Keberadaan fasilitas berstandar internasional ini berpotensi menarik berbagai kegiatan olahraga, pelatihan, dan bahkan investasi. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata olahraga.

Luhut berharap pembangunan fasilitas baru ini dapat rampung pada kuartal pertama tahun 2026. Lokasinya yang berdekatan dengan area pembibitan pertanian yang sedang dikembangkan juga menjadi nilai tambah. Hal ini memungkinkan peresmian pusat latihan dapat dilakukan secara bersamaan oleh Presiden, menandai sinergi antara pengembangan olahraga dan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dengan adanya fasilitas Pusat Latihan Atletik Sumatera Utara yang berstandar internasional, Indonesia menunjukkan bahwa kemampuannya dalam menyediakan infrastruktur olahraga tidak kalah dengan negara lain. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa fasilitas fisik yang memadai adalah fondasi penting. Namun, ia juga menekankan bahwa tantangan selanjutnya adalah penguatan sumber daya manusia dan program-program pembinaan yang berkelanjutan.

Pengembangan atletik Indonesia tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik semata. Diperlukan program pembinaan yang terstruktur dan kompetisi yang rutin untuk mengasah kemampuan atlet. PB PASI akan terus fokus pada peningkatan kualitas pelatih, pengembangan kurikulum latihan, serta penyelenggaraan kejuaraan yang kompetitif. Ini penting untuk memastikan bahwa bakat-bakat atletik dapat terus berkembang dan mencapai potensi maksimalnya.

Visi PB PASI adalah menciptakan atletik Indonesia yang berdaya saing global. Dengan kombinasi fasilitas kelas dunia dan program pembinaan yang kuat, diharapkan Indonesia dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Pembangunan pusat latihan ini adalah langkah awal yang signifikan menuju masa depan atletik Indonesia yang lebih cerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi