Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, baru-baru ini menyoroti urgensi kepemimpinan modern yang visioner. Penekanan ini disampaikan dalam acara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor. Acara tersebut diselenggarakan di Gunungkidul pada hari Sabtu, 30 Agustus lalu.
Dalam sambutannya, Wabup Joko menjelaskan bahwa prinsip-prinsip Islam yang diajarkan oleh para kiai dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) telah mencakup seluruh aspek kehidupan. Namun, ia menambahkan bahwa seorang pemimpin masa kini harus memiliki pandangan jauh ke depan.
Kepemimpinan yang visioner dituntut untuk mampu membaca perkembangan teknologi yang pesat. Selain itu, pemimpin juga harus senantiasa memperhatikan hak-hak serta kebutuhan masyarakat secara menyeluruh demi kemajuan daerah.
Advertisement
Advertisement
Wabup Joko Parwoto menegaskan bahwa dasar-dasar Nahdlatul Ulama sudah sangat lengkap sebagai pijakan. Meski demikian, ia menekankan bahwa seorang pemimpin visioner harus mampu mengantisipasi perubahan dan inovasi teknologi.
Kemampuan ini krusial agar kebijakan yang diambil relevan dengan dinamika zaman. Selain itu, pemimpin juga wajib memastikan bahwa setiap keputusan selalu berpihak pada kesejahteraan dan hak-hak dasar masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan di era modern ini membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai isu. Hal ini mencakup kemampuan mengorganisasi sumber daya serta kecakapan dalam merencanakan strategi efektif. Perencanaan yang matang akan memastikan tujuan organisasi tercapai.
Advertisement
Seorang pemimpin harus memiliki arah yang jelas dan kemampuan mengatur dengan baik. Mereka juga dituntut untuk bisa merencanakan langkah-langkah strategis serta melihat potensi sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Pemanfaatan SDM secara optimal sangat penting.
Advertisement
Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor kali ini mengusung tema "Kaderisasi Ansor di Bumi Semin Menjaga Warisan Leluhur, Menyongsong Masa Depan". Tema ini mencerminkan komitmen Ansor dalam menyiapkan generasi penerus.
Kegiatan PKD ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di Kecamatan Semin, Gunungkidul. Hal ini menandai langkah awal yang signifikan bagi pengembangan kader di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut.
Ketua Panitia PKD, Kasino, menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi utama dalam mencetak kader Ansor yang militan. Kader militan diartikan sebagai individu yang kuat dalam berorganisasi dan aktif dalam bersosial di masyarakat. Mereka juga memiliki komitmen tinggi.
Advertisement
Yang terpenting, kader-kader ini diharapkan dapat menjaga dan melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari wilayah Semin, dua peserta dari Kapanewon Paliyan, serta beberapa peserta dari Jawa Tengah. Kehadiran peserta dari luar daerah menunjukkan antusiasme yang luas.
Detail penting terkait Pelatihan Kepemimpinan Dasar Gerakan Pemuda Ansor:
- Lokasi Pertama: Kegiatan PKD ini adalah yang pertama kali digelar di Kecamatan Semin, Gunungkidul.
- Jumlah Peserta: Sekitar 30 peserta dari Semin, ditambah dua dari Kapanewon Paliyan, serta beberapa dari Jawa Tengah.
- Tujuan Utama: Mencetak kader Ansor yang militan dalam berorganisasi, bersosial, dan menjaga Nahdlatul Ulama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews