Wamen Isyana: Kesehatan Mental Orang Tua, Fondasi Generasi Tangguh

Dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, tercatat 9,8 persen usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Wamen Isyana: Kesehatan Mental Orang Tua, Fondasi Generasi Tangguh
Wamen Isyana: Kesehatan Mental Orang Tua, Fondasi Generasi Tangguh (Istimewa)

Kesehatan mental orang tua merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang bahagia dan melahirkan generasi yang kuat.

Hal ini jadi sorotan utama dalam kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (TAMASYA di KERABAT) Seri 7 dengan tema “Orang Tua Hebat Bukan yang Sempurna: Menjaga Kesehatan Mental Orang Tua Demi Anak”, Kamis (28/8) melalui daring.

Dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, tercatat 9,8 persen usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional.

Survei kesehatan Indonesia tahun 2023 juga menunjukkan 1 dari 5 orang dewasa pernah mengalami stres atau kecemasan signifikan.

Angka ini menunjukkan tingginya risiko kesehatan mental, termasuk pada orang tua yang bertanggung jawab penuh pada pengasuhan anak-anak.

“Menjaga kesehatan mental sebagai orang tua bukan pekerjaan tambahan, tetapi jadi kebutuhan utama orang tua,” tegas Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, dalam sambutannya di acara tersebut.

Wamen Isyana menegaskan bahwa kesehatan mental orang tua tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga pada tumbuh kembang anak.

Kondisi psikologis orang tua akan mempengaruhi pola asuh, kualitas interaksi dan suasana keluarga sehari-hari.

Wamen Isyana menyebut, orang tua dengan mental yang sehat akan mampu menghadirkan kasih sayang, dukungan, dan jadi fondasi penting bagi perkembangan anak.

“Anak-anak yang tumbuh dari orang tua yang sehat jiwanya akan menjadi generasi yang kuat, tangguh, dan penuh kasih sayang,” ujar Wamen Isyana.

Jaga Kesehatan Mental Orang Tua

Dokter Rinvil Renaldi, M.Kes, SpKJ(K), dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa kesehatan mental orang tua dapat dijaga dengan merawat diri melalui tidur cukup, olahraga, dan makan makanan bergizi seimbang.

“Saat waktunya makan, makanlah. Saat waktunya beristirahat, istirahatlah. Kalau ada pikiran yang mendominasi, saatnya berikan kelonggaran,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya berbagi peran dengan pasangan dan keluarga, serta terhubung dengan komunitas orang tua agar tidak merasa sendirian.

Menurutnya, dukungan pasangan, komunikasi terbuka, dan spiritualitas menjadi penopang penting bagi kesehatan mental orang tua.

Rekomendasi