Peter Berkowitz adalah seorang ilmuwan politik dan sarjana hukum asal Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1959. Saat ini, ia menjabat sebagai Tad and Dianne Taube Senior Fellow di Hoover Institution, Stanford University. Berkowitz juga dikenal sebagai direktur studi untuk The Public Interest Fellowship dan anggota American Academy of Science and Letters.
Dalam karirnya, Berkowitz pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dari tahun 2019 hingga 2021. Ia adalah penerima Bradley Prize pada tahun 2017 dan telah mengajar di berbagai institusi terkemuka, termasuk Harvard University dan Antonin Scalia Law School.
Berkowitz diundang sebagai pembicara pada acara Pengenalan Sistem Akademik Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada 23 Agustus 2025. Kedatangannya menjadi sorotan karena ia dikenal sebagai akademisi pro-Israel dan pendukung Zionisme.
Advertisement
Pendidikan dan Karir Akademik Peter Berkowitz
Berkowitz meraih gelar Bachelor of Arts di bidang sastra Inggris dari Swarthmore College pada tahun 1981. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Arts di bidang filsafat dari Hebrew University of Jerusalem pada tahun 1985. Studi pascasarjananya dilanjutkan di Yale University, di mana ia meraih gelar Ph.D. di bidang ilmu politik pada tahun 1987 dan Juris Doctor (J.D.) pada tahun 1990.
Selama karir akademiknya, Berkowitz mengajar hukum konstitusi dan yurisprudensi di Antonin Scalia Law School dari tahun 1999 hingga 2007. Ia juga mengajar filsafat politik di Departemen Pemerintahan Harvard University dari tahun 1990 hingga 1999. Berkowitz adalah salah satu pendiri dan direktur Israel Program on Constitutional Government.
Advertisement
Kedatangan Berkowitz di Universitas Indonesia
Pada 23 Agustus 2025, Peter Berkowitz diundang untuk memberikan pidato ilmiah di Universitas Indonesia. Undangan ini menjadi kontroversial karena Berkowitz dikenal sebagai pendukung kebijakan pro-Israel dan Zionisme. Universitas Indonesia mengakui kekhilafan dalam pemilihan pembicara dan meminta maaf kepada publik.
Direktur Humas UI, Arie Afriansyah, menyatakan bahwa undangan tersebut bertujuan untuk memberikan perspektif dari tokoh terkemuka di bidang Sosial Humaniora dan STEM. UI menegaskan bahwa isi pidato Berkowitz tidak mengandung konten politik dan berjanji akan lebih selektif dalam mengundang akademisi internasional di masa depan.
Advertisement
Kontroversi dan Reaksi Publik
Kontroversi muncul karena Berkowitz dikenal sebagai akademisi pro-Israel yang mendukung kebijakan George W. Bush. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan Kebijakan di bawah pemerintahan Trump. Reaksi terhadap undangan ini sangat beragam, dengan banyak pihak mengkritik keputusan UI.
UI menyatakan komitmennya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk kolonialisme, sesuai dengan konstitusi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Rektor UI kepada Duta Besar Palestina dalam kunjungannya ke UI pada Januari 2025.