Duka Mendalam UHO: Bendera Setengah Tiang Dikibarkan atas Wafatnya Rektor Prof Armid, Baru Menjabat Sebulan

Universitas Halu Oleo (UHO) berduka atas wafatnya Rektor Prof Armid, mengibarkan bendera setengah tiang. Simak detail persemayaman dan fakta mengejutkan masa jabatannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Duka Mendalam UHO: Bendera Setengah Tiang Dikibarkan atas Wafatnya Rektor Prof Armid, Baru Menjabat Sebulan
Universitas Halu Oleo (UHO) berduka atas wafatnya Rektor Prof Armid, mengibarkan bendera setengah tiang. Simak detail persemayaman dan fakta mengejutkan masa jabatannya. (Merdeka.com)

Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, tengah diselimuti duka mendalam. Kampus tersebut secara serentak mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir. Langkah ini diambil menyusul wafatnya Rektor UHO, Prof. Armid, pada Sabtu (24/8) malam. Suasana haru dan kesedihan menyelimuti seluruh civitas akademika.

Prof. Armid dikabarkan meninggal dunia karena penyakit jantung di Rumah Sakit Korem Kendari sekitar pukul 20.07 Wita. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau baru saja menjabat. Masa berkabung dan pengibaran bendera setengah tiang ini akan berlangsung selama dua hari penuh, yakni mulai dari tanggal 24 hingga 25 Agustus 2025.

Jenazah almarhum Prof. Armid disemayamkan di Aula Mokodompit UHO untuk upacara persemayaman. Rencananya, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka juga akan hadir memberikan penghormatan. Aula Mokodompit dipadati oleh kerabat, mahasiswa, dan berbagai karangan bunga sebagai tanda belasungkawa. Prosesi ini menjadi momen penting bagi UHO.

Penghormatan Terakhir dan Prosesi Persemayaman

Kepala Humas UHO Kendari, Sarman, menjelaskan bahwa instruksi pengibaran bendera setengah tiang ini telah disampaikan kepada seluruh fakultas di lingkungan UHO. Ini adalah bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum Prof. Armid. Menurut Sarman, pengibaran bendera ini sudah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan. Seluruh elemen kampus bahu-membahu dalam melaksanakan prosesi duka ini.

Prosesi persemayaman jenazah Prof. Armid di Aula Mokodompit UHO dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Kerabat dan mahasiswa mulai memadati lokasi sejak pagi hari. Berbagai karangan bunga ucapan turut belasungkawa juga terlihat berjejer rapi di sekitar area Aula Mokodompit. Ini menunjukkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan oleh seluruh civitas akademika.

Sekitar pukul 11.40 Wita, jenazah Prof. Armid tiba di Aula Mokodompit UHO, diantar oleh keluarga dan kerabat. Suasana haru menyelimuti kedatangan almarhum. Setelah disemayamkan, jenazah akan dishalatkan di Masjid Arauf Rahim yang berada di dalam kawasan UHO Kendari. Kemudian, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka Kendari.

Masa Jabatan Singkat Rektor Prof Armid

Wafatnya Rektor UHO Prof. Armid pada Sabtu (24/8) malam mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat masa jabatannya yang relatif singkat. Beliau meninggal dunia akibat penyakit jantung di Rumah Sakit Korem Kendari. Kabar duka ini menyebar cepat di kalangan civitas akademika dan masyarakat luas. Kehilangan sosok pemimpin yang baru saja menjabat tentu meninggalkan kesedihan mendalam.

Prof. Armid diketahui baru saja dilantik sebagai Rektor UHO pada tanggal 1 Agustus 2025. Ini berarti, beliau belum genap satu bulan menjabat sebagai pucuk pimpinan universitas. Fakta ini menambah nuansa duka dan rasa tidak percaya di tengah-tengah keluarga besar UHO. Dedikasi beliau selama masa jabatan yang singkat tetap dikenang.

Kepergian Prof. Armid meninggalkan kekosongan di jajaran pimpinan UHO. Proses transisi kepemimpinan selanjutnya akan menjadi perhatian penting bagi universitas. Seluruh civitas akademika UHO menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Rektor Prof. Armid. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi