Kabar Duka: Rektor UHO Kendari Prof. Armid Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Padahal Baru Menjabat Kurang dari Sebulan

Rektor UHO Kendari, Prof. Armid, dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung di RSAD Dr. Ismoyo. Kepergian Rektor UHO ini mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau baru menjabat kurang dari sebulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kabar Duka: Rektor UHO Kendari Prof. Armid Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Padahal Baru Menjabat Kurang dari Sebulan
Rektor UHO Kendari, Prof. Armid, dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung di RSAD Dr. Ismoyo. Kepergian Rektor UHO ini mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau baru menjabat kurang dari sebulan. (Merdeka.com)

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara. Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Armid, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu malam, 23 Agustus, di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Dr. Ismoyo atau RS Korem Kendari. Kepergian sosok penting ini mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau baru saja mengemban amanah sebagai pimpinan universitas dan memiliki banyak rencana ke depan.

Menurut informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, penyebab meninggalnya Prof. Armid adalah serangan jantung yang terjadi secara mendadak. Peristiwa tragis ini membuat kerabat, dosen, dan seluruh civitas akademika UHO berduka atas kehilangan yang tak terduga. Pihak rumah sakit dan Kepala Humas UHO telah mengonfirmasi kabar duka ini kepada publik, menimbulkan gelombang simpati.

Meskipun detail kronologis kepergiannya belum sepenuhnya dibeberkan oleh pihak universitas, berita ini telah menyebar luas dan menimbulkan kesedihan mendalam di berbagai kalangan. Prof. Armid adalah figur yang dihormati dan memiliki visi untuk kemajuan UHO, sehingga kepergiannya meninggalkan duka cita mendalam bagi keluarga besar UHO serta masyarakat Kendari secara luas.

Kronologi Meninggalnya Rektor UHO Kendari

Kabar meninggalnya Rektor UHO Kendari, Prof. Armid, pertama kali dikonfirmasi oleh seorang perawat di RS Korem Kendari pada Sabtu malam. Perawat tersebut menyatakan bahwa Rektor UHO memang telah meninggal dunia akibat serangan jantung yang fatal. Konfirmasi serupa juga datang dari Kepala Humas UHO Kendari, Sarman, yang membenarkan kabar duka ini meskipun belum dapat memberikan detail kronologis lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung di RS Korem, sejumlah kerabat dan dosen UHO terlihat berkumpul dengan wajah sedih, menunjukkan rasa tidak percaya dan kesedihan yang mendalam atas kepergian Prof. Armid yang begitu tiba-tiba. Suasana haru menyelimuti area rumah sakit saat jenazah beliau disiapkan untuk dibawa pulang ke rumah duka. Banyak pihak yang masih terkejut dengan kabar duka yang datang secara mendadak ini.

Setelah proses administrasi selesai, jenazah Prof. Armid, yang telah dibalut kain putih sebagai tanda penghormatan terakhir, kemudian didorong di atas tempat tidur pasien dan dengan hati-hati dimasukkan ke dalam mobil ambulans bernomor polisi 4505-XIV. Pada pukul 20.27 Wita, ambulans tersebut bergerak perlahan menuju rumah duka, diikuti oleh iring-iringan para kerabat dan dosen yang datang melayat ke RS Korem. Mereka semua ingin memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi kepergian almarhum.

Sosok Prof. Armid: Baru Menjabat Rektor UHO

Prof. Armid adalah sosok yang baru saja mengemban jabatan strategis sebagai Rektor Universitas Halu Oleo. Beliau dilantik secara resmi pada tanggal 1 Agustus, yang berarti masa jabatannya belum genap satu bulan saat kabar duka ini datang. Fakta ini tentu saja menambah kesedihan dan rasa kehilangan yang mendalam di kalangan civitas akademika UHO, karena mereka baru saja menyambut kepemimpinan baru dengan penuh harapan.

Kepergian mendadak Prof. Armid menjadi pukulan berat bagi UHO, mengingat harapan besar yang disematkan pada kepemimpinannya untuk membawa universitas ke arah yang lebih baik. Meskipun singkat, masa jabatannya diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai inovasi dan kemajuan bagi institusi pendidikan tersebut. Namun, takdir berkata lain, dan beliau harus pergi lebih cepat dari yang diperkirakan oleh siapa pun.

Para kerabat dan dosen yang hadir di RS Korem mengungkapkan rasa terkejut mereka yang luar biasa. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Prof. Armid akan pergi secepat ini, meninggalkan duka yang mendalam bagi semua yang mengenalnya. Kehadiran mereka di rumah sakit dan keikutsertaan dalam mengantar jenazah ke rumah duka menjadi bukti nyata betapa Prof. Armid adalah pribadi yang dihormati dan dicintai oleh lingkungannya, baik di dalam maupun di luar kampus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi