Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Kapan Waktu Efektif Minum Obat Cacing?

Kasus balita meninggal dipenuhi cacing di Sukabumi mengingatkan pentingnya minum obat cacing secara rutin.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Kapan Waktu Efektif Minum Obat Cacing?
Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Kapan Waktu Efektif Minum Obat Cacing? (Merdeka.com)

Nasib pilu dialami Raya, warga asal Kampung Padangenyang, Sukabumi. Bocah 4 tahun itu meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing.

Dia berasal dari keluarga tidak mampu dengan ayah yang sakit-sakitan dan ibu yang mengalami gangguan jiwa. Mereka tinggal di rumah bilik panggung yang bagian bawahnya dipenuhi kotoran ayam, diduga menjadi sumber infeksi cacing.

Raya ditemukan tim pegiat sosial dalam kondisi kritis dan sempat dibawa ke rumah sakit. Namun upaya mencari bantuan biaya medis ke berbagai lembaga pemerintah maupun sosial berakhir nihil.

Selama perawatan, dari tubuh Raya dikeluarkan cacing hidup hingga seberat 1 kilogram, bahkan hasil CT Scan menunjukkan cacing dan telurnya sudah menyebar ke otak. Ia akhirnya meninggal pada 22 Juli 2025.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengatakan, anak dengan gizi kurang menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi.

Untuk penanganan, WHO merekomendasikan empat langkah utama, yakni pemberian obat cacing secara berkala, edukasi kesehatan, perbaikan sanitasi, serta pengobatan dengan obat yang dinilai aman dan efektif.

Tjandra menambahkan WHO telah menargetkan pengendalian penyakit cacingan berbasis tanah (Soil-transmitted helminth) pada 2030.

Indonesia, kata dia, sebaiknya juga menetapkan target serupa demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan bebas dari penyakit menular sederhana seperti kecacingan.

Waktu Efektif Minum Obat Cacing

Kejadian dialami balita di Sukabumi itu menyoroti pentingnya pemahaman mengenai waktu efektif minum obat cacing untuk pencegahan dan pengobatan infeksi cacingan. Pemberian obat cacing memiliki tujuan pencegahan dan pengobatan.

Untuk pencegahan, dianjurkan untuk minum obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali, terutama bagi individu yang berisiko tinggi mengalami cacingan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa obat cacing seperti Combantrin cukup diminum sekali untuk pencegahan. Namun, saat gejala muncul, waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat cacing adalah segera setelah gejala cacingan muncul.

Gejala yang timbul akan tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Misalnya, jika seseorang mengidap cacing kremi, gejala yang muncul biasanya adalah gatal pada anus, terutama pada malam hari. Obat cacing juga dapat langsung dikonsumsi jika ditemukan cacing pada feses, terutama jika sebelumnya sudah ada gejala penurunan nafsu makan yang drastis dan sakit perut.

Potret Miris Rumah Raya, Bocah yang Meninggal karena Tubuh dan Otak Dipenuhi Cacing
Kondisi rumah Raya, balita asal Sukabumi meninggal karena tubuh dan otak dipenuhi cacing © 2025 Liputan6.com

Obat cacing dapat diminum pada pagi atau malam hari, tergantung pada kenyamanan individu. Yang terpenting adalah saat gejala cacingan mulai muncul. Jika obat cacing perlu dikonsumsi dua kali sehari, harus ada jeda 12 jam antara waktu konsumsi agar kandungannya dalam tubuh merata.

Obat cacing dapat ditelan langsung dengan bantuan air putih atau bersama dengan makanan. Combantrin dapat diminum sebelum atau sesudah makan dan tidak memerlukan pantangan makan atau obat pencahar.

Rekomendasi