Megawati Pimpin Upacara Bendera di Sekolah Partai, Ini Pesan Tegas untuk Kader PDIP

Presiden ke-5 RI ini juga perintahkan kadernya untuk turun ke rakyat bukan hanya untuk meminta suara.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Megawati Pimpin Upacara Bendera di Sekolah Partai, Ini Pesan Tegas untuk Kader PDIP
Sambil Menangis, Pesan Mendalam Megawati Untuk Kader PDIP Jaga Api Kemerdekaan Tetap Menyala (Nur Habibie)

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya penguatan disiplin organisasi di internal partai. Ia memerintahkan seluruh kader PDIP untuk menjaga soliditas dan menjalankan garis partai dengan penuh tanggung jawab.

Hal ini disampaikan dalam menyampaikan amanatnya pada saat upacara pengibaran bendera merah putih di Halaman Masjid At Taufiq, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

"Hari ini saya perintahkan kepada seluruh kader partai, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianas sampai Pulau Rote, satu, jadikan Pancasila bagai bintang penuntun dalam setiap kebijakan, bukan sekadar hiasan hidup belaka," kata Megawati dalam amanatnya, Jakarta, Minggu (17/8).

"Perkuat disiplin organisasi, ideologi, teori, gerakan dan tindakan. Jangan lupa sekali lagi, tindakan, pergilah kalian turun ke bawah ke akar rumput. Tanpa disiplin, partai akan menjadi rapuh dan mudah diombang-ambingkan kepentingan," sambungnya.

Selain itu, Presiden ke-5 RI ini juga perintahkan kadernya untuk turun ke rakyat bukan hanya untuk meminta suara, tetapi untuk mendengarkan keluh kesah dan membantu memecahkan masalah mereka.

"Empat, lawan segala bentuk penyalahgunaan, dan pengkhianatan terhadap konstitusi. Kelima, jadikan api proklamasi sebagai semangat perjuangan yang tak ujung padam agar terus berkobar-berkobar dalam setiap langkah kita membela kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

"Jalankan lima perintah tersebut dengan semangat gotong royong penuh kedisiplinan dan soliditas yang tinggi. Dengannya, partai akan semakin kokoh, mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan ujian sejarah," sambungnya.

Dirinya menegaskan, agar anggotanya terus melakukan perbaikan serta mawas diri dengan partai.

"Terus lakukan perbaikan, lalu mawas diri dengan PDI Perjuangan Pantas disebut sebagai partai pelopor yang dicintai oleh rakyat," tegasnya.

Tak Mau Dengar Ada Kader Merasa Lebih Tinggi

Dalam kesempatan itu, Megawati tidak ingin mendengar ada kadernya yang merasa dirinya lebih tinggi dari rakyat. Karena, masyarakat mempunyai hak tertinggi di negara.

Tak hanya itu, ia pun ingin pada hari kemerdekaan ke-80 ini harus menjadi momentum kebangkitan kembali. Semangat gotong royong, bukan hanya mereka, tetapi juga rakyat semuanya.

"Saya tidak mau mendengar ada kader yang merasa dirinya lebih tinggi dari rakyat. Rakyat adalah mempunyai hak, hak yang tertinggi di negara ini, apalagi yang memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi," ucapnya.

"Ingat, kita ini hanya alat perjuangan, sekali lagi, alat perjuangan, bukan tujuan perjuangan itu sendiri, untuk meraih mengkayakan diri sendiri, berkuasa untuk sendiri," sambungnya.

Sampaikan Pesan Bung Karno

Selanjutnya, ia pun menyampaikan apa yang pernah disampaikan oleh Presiden ke-1 RI Soekarno yaitu terkait lebih sulit melawan bangsanya sendiri.

"Saya ingin mengingatkan, seperti pesan Bung Karno, ‘perjuanganku lebih mudah, karena hanya mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit, karena melawan bangsa mu sendiri, ini sekarang, bukan lagi kolonialisme fisik, tetapi kolonialisme gaya baru, yang menyusup dalam kebijakan, dalam ekonomi, bahkan dalam budaya kita," paparnya.

"Mari kita jaga kemerdekaan yang kita dapat dan rebut dengan usaha payah ini. Kita rawat persatuan bangsa, dan kita perjuangkan keadilan sosial, bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah tekad PDI perjuangan. Tekad yang akan kita bawa hingga akhir hayat," katanya.

Rekomendasi