Sudah sepekan Sekolah Rakyat di berbagai daerah beroperasi. Program ini digagas Presiden Prabowo untuk mencegah anak-anak putus sekolah karena persoalan ekonomi.
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf mengecek bagaimana pelaksanaan sekolah tersebut setelah resmi diberlakukan pada 14 Juli 2024. Dia mendatangi Sekolah Rakyat Menengah Atas Solo 17 pada akhir pekan kemarin.
"Saya ke sini ingin mendengarkan hal-hal yang perlu diperkuat di sekolah rakyat, tidak hanya di sini tapi juga di seluruh sekolah rakyat di 63 titik," ujarnya.
Pada kunjungan itu, Mensos mendapat berbagai keluhan mengenai kurangnya tenaga pengajar dan petugas kebersihan hingga fasilitas pendukung di sekolah tersebut.
"Tadi banyak sekali printilan-printilannya yang mesti kita perbaiki terus. Kita ingin kekurangan-kekurangan itu bisa kita penuhi secara lengkap ke depan, termasuk status kepala sekolah, tunjangan kinerjanya kepala sekolah dan guru," tambahnya.
Advertisement
Siswa Kesulitan Tidur
Tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana serta tenaga pengajar, permasalahan juga datang dari anak didik. Dia mendapatkan cerita tentang anak-anak yang kesulitan tidur di asrama.
"Kita juga menemukan berbagai masalah di siswa yang belum bisa tidur dengan baik, serta masalah lain yang memerlukan penanganan sabar dari kepala sekolah, guru, dan kita semua," ujarnya.
Mensos memastikan dia terus memantau dan mengevaluasi kegiatan di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia. Tujuannya adalah agar kegiatan sekolah yang pertama bagi siswa dari keluarga kurang mampu dapat berjalan dengan baik.
"Secara umum, itu yang ingin kami sampaikan, sejak hari Senin lalu, semua sudah berjalan lancar, sambil kami melakukan evaluasi setiap hari," katanya.
Gus Ipul juga memberikan apresiasi terhadap dukungan dari pemerintah daerah, seperti Wali Kota Solo, yang sangat baik dalam membantu keberlangsungan Sekolah Rakyat. Dia menyatakan bahwa keluhan yang disampaikan kepada Pemkot Solo mendapatkan respons yang sangat positif.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh kepala daerah, seperti yang terlihat hari ini dari Wali Kota Solo untuk memback up. Tadi ada keluhan mengenai kekurangan sekuriti, kekurangan cleaning service untuk kebersihan, dan berbagai kekurangan lain yang semuanya kami catat dan tindak lanjuti," tuturnya.