Habib Ja'far Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi, Menghakimi Pihak yang Berbeda

Jangan sampai umat malah mudah menghakimi atau memprovokasi orang lain yang tidak sependapat

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Habib Ja'far Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi, Menghakimi Pihak yang Berbeda
Husein Ja'far Al Hadar atau yang dikenal dengan Habib Jafar (@ 2023 merdeka.com)

Masyarakat diingatkan perlunya kedewasaan dalam menerima informasi atau mendengar ceramah dari ulama yang berasal dari luar Indonesia. Jangan sampai umat malah mudah menghakimi atau memprovokasi orang lain yang tidak sependapat.

"Islam itu disesuaikan dengan budaya Indonesia tanpa mengubah aspek-aspek yang sifatnya mendasar," kata Pendakwah Milenial Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam keterangannya, Kamis (17/7).

Menanggapi adanya kelompok garis keras yang kerap membenturkan Islam dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa, Ja'far menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak tepat.

"Keduanya tidak bisa disandingkan karena keduanya memiliki nilai-nilai yang sama dalam konteks berbeda," tegas Alumnus Magister Ilmu Quran dan Tafsir dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Menurutnya, menjunjung tinggi nasionalisme dan menjadi Muslim seutuhnya adalah hal yang sudah sepatutnya dijalankan bersama, karena nilai luhur kebangsaan dan ajaran agama sama-sama menentang ketidakadilan dan kezaliman.

"Bahkan, sejak pertama kali dibuat, Pancasila telah melibatkan para ulama-ulama baik dari Nahdlatul Ulama maupun dari Muhammadiyah," tuturnya.

Habib Ja'far menilai perlunya masyarakat untuk memilah informasi di tengah infiltrasi ideologi transnational dalam konten dakwah di media sosial.

Menurutnya, ujian paling dasar untuk sebuah konten dakwah adalah apakah ia mengandung cinta kasih (rahmatan lil 'alamin) dan etika (akhlak).

Habib Ja'far menilai dakwah yang benar bersifat menginspirasi, dan rasional. Sebaliknya, dakwah yang keliru cenderung menggunakan narasi provokasi, intimidasi dan emosi.

"Kalau nilai-nilai dakwah itu disampaikan dengan provokasi, maka itu sudah jelas bertentangan dengan nilai Islam. Tapi kalau disampaikan sebagai edukasi, maka itu sesuai dengan nilai-nilai Islam," pungkasnya.

Rekomendasi