Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berkelakar soal sosok pengganti Wakil Kapolri Komjen Pol. Ahmad Dofiri. Dia mengaku ingin mencari sosok yang mirip dengan Ahmad Dofiri.
“Saya mau cari (Wakapolri) yang mirip beliau (Ahmad Dofiri),” kelakar Sigit di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (21/6).
Sigit lantas mengatakan bahwa dirinya baru mau menanyakan calon nama Wakapolri kepada Ahmad Dofiri.
“Saya baru mau nanya beliau (Ahmad Dofiri),” katanya langsung menoleh kepada Ahmad Dofiri yang berada di sampingnya.
Pada kesempatan berbeda, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah nama calon Wakapolri baru untuk menggantikan Ahmad Dofiri.
Ahmad Dofiri Pensiun Akhir Juni Ini
Wakapolri Komjen Pol. Ahmad Dofiri memasuki pensiun pada Juni ini. Dia diangkat menjadi Wakapolri pada 13 November 2024 berdasarkan mutasi yang tertuang dalam surat telegram dengan nomor ST/2517/XI/KEP./2024.
Ahmad Dofiri sebelumnya merupakan Inspektur Pengawasan Umum Polri, dan menjadi wakapolri untuk menggantikan Agus Andrianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Kabinet Merah Putih.
Kriteria Wakapolri
Pemerhati kepolisian sekaligus mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengungkapkan beberapa kriteria yang harus dimiliki Wakapolri baru.
Poengky mengatakan, kriteria utama adalah Wakapolri baru harus memiliki kedekatan yang baik dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
“Kedekatan dengan Kapolri sangat penting, termasuk mampu berkomunikasi baik dengan Kapolri, agar kerja-kerja keduanya seirama dan menjadikan Polri semakin baik,” katanya ketika dihubungi, Jumat (13/6).
Kemudian, Poengky mengharapkan agar Wakapolri baru merupakan sosok yang dihormati dan disegani seluruh anggota Polri sehingga dapat memperkuat internal Polri dan mengukuhkan soliditas internal.
Dari sisi keilmuan, Poengky menilai Wakapolri baru harus merupakan sosok yang cerdas.
“Wakapolri diharapkan memiliki wawasan yang luas dan visioner,” ujarnya.
Lalu, dari sisi integritas, dia menilai bahwa Wakapolri baru harus mempunyai latar belakang pelaksanaan tugas yang mumpuni, tegas, serta bersih agar tidak tersandera beban masa lalu.
“Menjadi Wakapolri berarti juga harus bijaksana. Jangan sampai ada matahari kembar dalam satu institusi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Poengky berharap agar Wakapolri yang baru dapat memperhatikan pentingnya peningkatan peran polisi wanita (polwan).
Lalu, memperhatikan pentingnya penguatan Polda baru, yaitu Polda Papua Tengah dan Polda Papua Barat Daya. Kemudian, memperhatikan peningkatan kesejahteraan anggota Polri.
Terakhir, memperhatikan pentingnya peningkatan profesionalitas anggota Polri dalam menangani kasus-kasus yang marak terjadi, antara lain kejahatan jalanan, judi daring, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Advertisement