Kesal Laporan Dana BOS Selalu Dikoreksi, Operator SD Tikam Pejabat Dinas PPO Sumba Barat Daya

Penganiayaan berujung penikaman ini bermula sekitar pukul 09.30 WITA saat pelaku datang ke kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Kesal Laporan Dana BOS Selalu Dikoreksi, Operator SD Tikam Pejabat Dinas PPO Sumba Barat Daya
Emanuel Karsianto Sukardana Penikam Pejabat Dinas PPO Sumba Barat Daya (Merdeka.com/Ananias Petrus)

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang SD, Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya, Aloysius Lede Bora (46) ditikam menggunakan pisau, oleh pelaku yang merupakan seorang operator SD bernama Emanuel Karsianto Sukardana.

Penikaman ini dipicu sikap emosi pelaku karena laporan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selalu dikoreksi korban, Senin (16/6).

Penganiayaan berujung penikaman ini bermula sekitar pukul 09.30 WITA saat pelaku datang ke kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya.

"Pelaku datang mengajukan laporan untuk pencairan dana BOS pada SD Katolik Ilhaloko Mangganipi," ungkap Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika.

Menurutnya, saat korban tiba di kantor dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya dan mengajukan laporan pengajuan dana BOS, korban mengoreksi laporan tersebut.

Korban Ditikam Saat Duduk

Namun korban meminta kepada pelaku untuk melengkapi Surat Pernyataan Telah Menerima Hibah (SPTMH). Pelaku pun kembali ke SD Katolik Ilhaloko Mangganipi untuk mengambil SPTMH tersebut.

"Kemudian pelaku juga singgah di rumahnya dan mengambil sebilah pisau, lalu menyelipkan pada pinggangnya. Pelaku kemudian kembali ke kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya," jelas I Ketut Ray Artika.

Sekitar pukul 13.00 WITA, pelaku tiba di kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya. Dia masuk ke ruangan korban, saat itu korban sedang duduk bersama Manase Umbu Rato (50).

"Karena sangat emosi saat melihat korban, pelaku langsung menghampiri korban dan menikam korban sebanyak dua kali menggunakan sebilah pisau," kata I Ketut Ray Artika.

Motif Penikaman

Dia menambahkan, aksi nekat ini diduga dilakukan karena pelaku emosi terhadap korban, karena sejak bulan Maret 2025, ketika pelaku mengajukan laporan dana BOS, korban selalu mengoreksi.

Korban yang mengalami luka serius langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan di RSUD Reda Bolo, Sumba Barat Daya.

Polisi sudah mengamankan pelaku dan barang bukti di Satreskrim Polres Sumba Barat Daya. Pria berusia 25 tahun ini merupakan operator SD Katolik Ilhaloko, Mangganipi, Desa Mangganipi, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Rekomendasi