Pemerintah Indonesia menyatakan sikap tegas dan konsisten terkait konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang kembali memanas pekan lalu.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menegaskan, Indonesia tidak pernah bergeser dari prinsipnya dalam merespons perang dan agresi militer di berbagai belahan dunia.
"Pemerintah tidak pernah geser ya. Jadi setiap ada konflik, setiap ada perang, pemerintah kita selalu menyerukan tiga hal dan tidak pernah berubah sampai saat ini," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta, Senin (16/6).
Hasan menyebut, Presiden Prabowo Subianto selalu membawa tiga pesan penting dalam merespons konflik internasional:
- Mengecam segala bentuk agresi atau penyerangan terhadap negara lain.
- Mendorong deeskalasi konflik dan pelaksanaan gencatan senjata sesegera mungkin.
- Menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.
"Jadi di manapun terjadi konflik, agresi militer, atau invasi, maka pemerintah kita secara konsisten menyerukan tiga hal ini," tegas Hasan.
Hasan menambahkan, sikap Indonesia tidak berubah bahkan terhadap konflik terbaru yang melibatkan serangan udara Israel ke Iran dan serangan balasan rudal dari Iran ke wilayah Israel.
"Ketiga penyelesaiannya melalui jalur diplomatik dan hukum internasional, termasuk dalam soal Israel dan Iran. Jadi enggak akan ke mana-mana, kita akan selalu dalam posisi yang seperti itu," ujarnya.
Advertisement
Konflik antara Israel dan Iran kembali meletus pada Jumat (12/6), ketika Israel melancarkan serangan besar ke pusat-pusat militer dan nuklir Iran, menggunakan pesawat tempur serta drone yang diselundupkan untuk menargetkan fasilitas penting dan tokoh militer Iran.
Iran membalas dengan rentetan rudal balistik ke arah Yerusalem dan Tel Aviv pada malam harinya. Ledakan besar terdengar di berbagai wilayah, memicu kepanikan warga dan memaksa militer Israel mengeluarkan imbauan darurat kepada warga sipil untuk mencari perlindungan.
Menurut laporan 78 orang tewas dan lebih dari 320 orang terluka akibat serangan Israel, menurut Duta Besar Iran untuk PBB.
Di Israel, 34 orang terluka, termasuk seorang wanita dalam kondisi parah akibat tertimpa reruntuhan di Tel Aviv, menurut layanan paramedis Magen David Adom.
Sebuah rudal juga menghantam Rishon Lezion, melukai 13 orang, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pernyataan rekaman menegaskan Iran tidak akan membiarkan Israel lolos dari "kejahatan besar" tersebut.