Kasus Covid-19 Naik Lagi, BBKK Awasi Ketat Pelaku Perjalanan Internasional di Bandara Soetta

Langkah ini untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Kasus Covid-19 Naik Lagi, BBKK Awasi Ketat Pelaku Perjalanan Internasional di Bandara Soetta
Hari pertama periode angkutan lebaran 2025, terpantau di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, masih sepi pemudik. Meski begitu, Angkasa Pura Indonesia (API) atau Injourney Airports cabang Banda (© 2025 Liputan6.com)

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional. Langkah ini untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kami lakukan pengetatan pengawasan sama dengan subvarian sebelumnya, mengingat mode of transmission sama," kata Kepala BBKK Soekarno-Hatta, Naning Nugrahaini di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (4/6).

Naning menjelaskan, pengawasan yang dilakukan adalah dengan mewajibkan pelaku perjalanan mengisi SSHP (Satu Sehat Healthy Pass) sebelum terbang.

“Sehingga kami yang di Soekarno-Hatta mengetahui ada tidaknya pelaku perjalanan yang bergejala, dan tahu risiko yang ada di pesawat tersebut,”ujar dia.

Selain itu, petugas BBKK juga melakukan pemantauan melalui Thermostat dan observasi visual di pintu kedatangan.

“Setiap orang yang datang ke pos kesehatan BBKK Soekarno-Hatta, dengan tanda dan gejala adanya penyakit infeksi, dilakukan swab antigen,” jelas dia.

Edukasi Isoman

Petugas di pos kesehatan juga memberikan edukasi dan rekomendasi kepada pelaku perjalanan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman).

"Dan kami buat notifikasi kepada Dinkes tujuan pelaku perjalanan. Swab pos dilanjutkan dilakukan PX lab, untuk diketahui jenis virusnya," kata dia.

Sementara pelaku perjalanan yang teridentifikasi dengan kontak erat di pesawat akan dilakukan penyelidikan epidemiologi.

"Pesawat yang ditemukan orang dengan hasil antigen pos, dilakukan desinfeksi," ungkap Naning.

Kasus Covid-19 Naik Lagi

Kementerian Kesehatan melaporkan, ada 72 kasus positif Covid-19 di Indonesia sepanjang 2025. Dalam sepekan terakhir, ada peningkatan tujuh kasus.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman memastikan, pemerintah mempersiapkan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) guna antisipasi kenaikan kasus Covid-19.

"Fasyankes kami siapkan sesuai SE (Surat Edaran) yang sudah beredar," katanya.

Halaman
Rekomendasi