Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh (Ninik) meminta, pemerintah segera mengawasi ketat daerah yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga untuk mengurangi resiko peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.
Selain daerah perbatasan, pemerintah juga perlu menjaga pintu masuk pelaku perjalanan internasional. Seperti bandara hingga pelabuhan.
"Kasus Covid-19 ini luar biasa sekarang meningkat di Asia. Jadi yang perlu dilakukan pemerintah, satu untuk memperketat di daerah perbatasan, kayak di bandara, di pelabuhan yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga harus lebih diperketat pemeriksaannya karena kita tidak mau kasus tersebut masuk ke Indonesia," kata Ninik, kepada wartawan, Rabu (4/6).
Ninik mendorong pemerintah melacak masyarakat Indonesia yang belum melakukan vaksin Covid-19. Pelacakan ini penting untuk mengetahui warga yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus yang menyerang pernapasan itu.
"Untuk mentracing lagi masyarakat yang pada Covid-19 kemarin belum melakukan vaksin. Karena menurut data ternyata vaksin yang kita lakukan beberapa tahun lalu masih efektif untuk mencegah Covid-19 sekarang," ujar dia.
Protokol Kesehatan Digencarkan Lagi
Ninik meminta, pemerintah kembali menggencarkan sosialisasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan.
"Dan yang ketiga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mulai berhati-hati lagi terutama yang hendak atau baru pulang traveling dari negara-negara yang banyak terkena Covid-19 ini," tuturnya.
Di samping upaya pencegahan itu, Ninik mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Bukan tidak mungkin gelombang Covid-19 kembali menghantam Indonesia.
"Nah yang lebih penting lagi adalah mempersiapkan fasilitas kesehatan kita dan tenaga kesehatan kita untuk menghadapi kalau kita tidak berdoa, cuman preparation itu pasti lebih baik kalau ternyata Covid-19 tersebut masuk ke Indonesia dan perlu kita waspadai juga kondisi tenaga kesehatan kita dan faskes kita," imbuh Ninik.
72 Kasus Covid-19
Kementerian Kesehatan melaporkan, ada 72 kasus positif Covid-19 di Indonesia sepanjang 2025. Dalam sepekan terakhir, ada peningkatan tujuh kasus.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman memastikan, pemerintah mempersiapkan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) guna antisipasi kenaikan kasus Covid-19.
"Fasyankes kami siapkan sesuai SE (Surat Edaran) yang sudah beredar," katanya.
Advertisement