Tiga orang pria babak belur dianiaya sekelompok orang yang diduga sekelompok oknum anggota TNI. Peristiwa itu terjadi di salah satu supermarket di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok pada Sabtu (31/5) sekitar pukul 18.30 WIB.
Pemicunya lantaran salah satu korban menegur pengendara yang memarkir di area parkir mobil. Diduga pria tersebut tidak terima dan memanggil teman-temannya. Sebelum pergi, pria tersebut sempat mengancam akan membawa teman-temannya ke lokasi. Para korban adalah JD, SL dan AM.
Kuasa hukum korban, Army Mulyanto mengatakan, mulanya ada pengunjung supermarket mengendarai mobil bersama temannya membawa motor. Kemudian pengendara motor itu parkir di area mobil.
JD mengingatkan agar pengendara motor itu parkir di area yang sudah ditentukan, namun orang tersebut tidak terima. Informasi yang didapat, satu terlapor merupakan member di sana.
“Kejadiannya sekitar jam 6 sore. Diingetinlah sama korban (sekuriti berinisial JD) jangan parkir di situ, tapi dia enggak terima dan mengucapkan kalimat dengan bahasa daerah sambil memainkan gas motor," kata Army, Minggu (1/6).
JD pun memegur pelaku dan kemudian pelaku langsung pergi. Namun sebelum pergi, pelaku mengatakan akan membawa teman-temannya.
“Sebelum keluar dia itu ngomong 'lu tunggu entar, gue bawa sekompi', ya ternyata perempuan yang dia bonceng terlihat menelepon,” ceritanya.
Sekitar 30 menit kemudian, datang 10 orang tidak dikenal dan langsung mengeroyok JD bersama dua temannya yaitu SL dan AM. Saat itu ketiga korban sedang berkumpul di selasar supermarket.
“Mereka langsung masuk, ngejar enggak ada ba bi bu langsung pukul, pakai helm kepukul sampai jatuh, kabur ke basement, satu orang yang berani (sekuriti), tapi habis jadi samsak, dihajar pakai conblok,” ungkapnya.
Advertisement
Pakaian Loreng
Dari keterangan saksi, ternyata ada dua atau tiga orang yang menunggu di luar dan mengenakan seragam loreng berjaga di luar supermarket. Kemudian dua orang pakaian bebas di motor.
“Setelah ada pergerakan itu, si oknum yang pakai seragam tentara ini bilang ya bahasanya 'awas lu jangan pada bantu, gua tembak lu' mengancam,” ujarnya.
Usai memukuli korban, pelaku langsung melarikan diri. Mereka pergi ke arah Jalan BBM. Korban pun mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. SL mengalami luka sobek pada bagian bibir, JD mengalami lebam pada bagian hidung, mata kiri, dan lecet, sedangkan MA mengalami luka lebam pada mata kanan sampai tidak bisa melihat, kemudian luka lecet pada lutut kanan dan kiri.
“Salah satu korban sekarang dirujuk ke RSUD Cibinong, setelah dirawat di RS Primaya,” ungkapnya.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Depok pada 31 Mei 2025. Laporan diterima dengan register LP/B/1074/V/2025/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA pada 31 Mei 2025.
“Korban sudah divisum, di lapangan barang bukti sudah ditemukan salah satunya smartwatch, conblok, smartwatch kan bisa terkoneksi tuh tahu siapa sama kartu member parkir,” pungkasnya.
Sementara itu Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf. Iman Widhiarto belum menjawak saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.