Fakta Bonus Demografi: Disdukcapil Sulut Ungkap Generasi Muda Penentu Indonesia Emas 2045

Kepala Disdukcapil Sulawesi Utara menegaskan bahwa bonus demografi Indonesia berada di tangan generasi muda. Ketahui bagaimana peran krusial mereka dalam membentuk masa depan Indonesia Emas 2045.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Bonus Demografi: Disdukcapil Sulut Ungkap Generasi Muda Penentu Indonesia Emas 2045
Kepala Disdukcapil Sulawesi Utara menegaskan bahwa bonus demografi Indonesia berada di tangan generasi muda. Ketahui bagaimana peran krusial mereka dalam membentuk masa depan Indonesia Emas 2045. (Merdeka.com)

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sulawesi Utara, Christodharma Sondakh, menegaskan bahwa masa depan bonus demografi Indonesia berada di tangan generasi muda. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan sosialisasi di Manado pada Sabtu (31/8).

Menurut Christodharma, potensi besar bonus demografi ini akan dipertaruhkan oleh para pemuda. Mereka memiliki peran krusial dalam menentukan apakah Indonesia akan menjadi bangsa yang unggul, produktif, dan sejahtera, atau justru menghadapi tantangan sebaliknya di masa depan.

Kesadaran akan isu kependudukan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan yang matang melalui program Generasi Berencana (Genre) dari BKKBN menjadi fondasi utama. Hal ini penting untuk mempersiapkan generasi muda sebagai arsitek peradaban menuju Indonesia Emas 2045.

Generasi Muda sebagai Arsitek Masa Depan

Christodharma Sondakh menekankan bahwa generasi muda adalah calon pemimpin yang akan mewariskan dan membangun Sulawesi Utara serta Indonesia menuju puncak kejayaannya. Mereka diharapkan mampu menjadi arsitek masa depan bangsa, khususnya dalam menghadapi era Indonesia Emas 2045.

Menjadi remaja yang peduli kependudukan berarti mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Peran ini mencakup membawa pesan penting mengenai upaya mengatasi stunting, menjauhi praktik pernikahan dini, serta menanggulangi penyalahgunaan narkoba yang mengancam potensi bangsa.

Kesadaran ini dimulai dari pemahaman mendalam tentang isu-isu kependudukan yang relevan. Melalui program Generasi Berencana (Genre) yang digagas BKKBN, generasi muda dibekali pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan hidup yang matang.

Kolaborasi Kuat untuk Masa Depan Optimal

Perjalanan untuk mengoptimalkan bonus demografi tidak dapat dilakukan secara individu. Christodharma Sondakh menyoroti pentingnya kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.

Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, kementerian terkait lainnya, serta institusi pendidikan seperti sekolah. Pemerintah juga berperan sebagai fasilitator utama, sementara orang tua menjadi pendukung fundamental bagi anak-anak mereka.

Melalui sinergi ini, diharapkan terbentuk ekosistem yang kondusif bagi generasi muda untuk berkembang. Lingkungan yang mendukung akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu stunting, pernikahan dini, dan bahaya narkoba yang dapat menghambat potensi bonus demografi.

Optimisme dan Ajakan Positif

Dalam kesempatan tersebut, Christodharma Sondakh menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi siswa, khususnya di SMAN 9 Manado. Ia percaya bahwa dengan semangat juang yang membara, kecerdasan, dan karakter yang kuat, mereka akan mampu menaklukkan segala tantangan yang ada.

Christodharma mengajak seluruh generasi muda untuk mengisi masa muda mereka dengan hal-hal positif. Prestasi akademik maupun non-akademik, serta kontribusi nyata bagi negeri, menjadi fokus utama yang perlu ditanamkan sejak dini.

Sosialisasi Remaja Peduli Kependudukan yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN di SMAN 9 Manado ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemedukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, dan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Y Winokan. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi