Pernikahan sejoli di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mendadak jadi perbincangan. Karena belakangan, ramai disebut pasangan yang menikah itu sesama jenis.
Kabar yang beredar, mempelai pria berinisial FR diduga wanita. Tetapi ternyata, memiliki kelamin ganda.
Kesimpulan itu diketahui setelah Kepala Desa Arasoe, Andi Amal Pahsyah mendapatkan informasi hasil pemeriksaan terahdap FR di UPT Puskesmas Cina, dengan didampingi oleh aparat kepolisian dan pemerintah desa.
"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa saudara FR memiliki kondisi kelamin ganda (ambiguous genitalia)," ungkap Andi Amal pada Senin (12/5).
Meskipun FR memiliki kelamin ganda, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karakteristik organ kelaminnya lebih dominan mengarah pada laki-laki. Agar tak terus menjadi bola liar, polisi turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.
Advertisement
Kelamin ganda, atau yang dikenal dengan istilah ambiguous genitalia, merupakan kondisi langka di mana organ kelamin bayi tidak dapat dengan jelas diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan.
Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah kelainan dalam perkembangan organ seksual yang terjadi selama masa kehamilan.
Penyebab utama dari kelamin ganda adalah gangguan hormonal yang terjadi selama kehamilan sehingga mengganggu perkembangan organ seks janin.
Advertisement
Mereka yang menderita kelamin ganda dapat ditangani melalui tindakan operasi. Namun, keputusan untuk melakukan operasi dan jenis operasi yang akan dilakukan sangat kompleks dan bergantung pada sejumlah faktor.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain, operasi biasanya bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada organ kelamin dan memastikan jenis kelamin terlihat jelas.