Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Mayjen (purn) TNI Komaruddin Simanjuntak menjawab perihal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hadir dalam acara halalbihalal purnawirawan TNI digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (6/5) sore.
Komarudin mengatakan, sejatinya yang diundang pada acara tersebut adalah mereka-mereka yang sudah purna tugas dari TNI. Salah satunya seperti Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X yang hadir sebagai keluarga besar tentara.
"Ini kan purnawirawan dan keluarga besar tentara, contohnya seperti Sri Sultan Hamengkubuwono, itu keluarga besar tentara. Makanya di paparan saya tadi Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, bukan gubernur, karena beliau keluarga besar tentara," ucap Komarudin kepada wartawan, Selasa (6/5).
Advertisement
Acara Tak Terkait Desakan Pemakzulan Gibran
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden ke-6 RI sekaligus mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, duduk satu meja. Lalu Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mantan Kepala BIN Hendropriyono, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Di tengah kehadiran Try Sutrisno, Komarudin juga menegaskan acara halalbihalal bersama ratusan purnawirawan TNI tidak ada hubungannya dengan isu pemakzulan yang diajukan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI.
"Bahwa acara ini halalbihalal yang tiap tahunnya dilaksanakan oleh purnawirawan, kalau tahun kemarin ada di Balai Sudirman, tahun ini di Balai Kartini, jadi tidak ada dikaitkan dengan respon 8 pernyataan Purnawirawan," tegas dia.
Namun menurut Komarudin pernyataan delapan poin oleh para seniornya di TNI adalah hal yang wajar-wajar saja. Sebab mereka berpandangan masih memiliki rasa kepedulian terhadap bangsa dan ingin membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Secara demokrasi wajar-wajar saja mereka sudah berbuat untuk bangsa ini juga pengen membangun bangsa ini itu respons mereka. Tetapi itu bukan berarti mereka tidak setuju dengan pemerintahan saya kira mereka ingin membangun bangsa ini, membantu pemerintah seperti yang sekarang," tegas dia.
Lebih lanjut, Komarudin mengatakan jiwa korsa TNI sudah terbentuk dan mendarah daging sejak awal menjadi prajurit aktif hingga sudah purna tugas. Sehingga sekalipun sudah purnawirawan, Komarudin bersama rekan-rekan sejawat lainnya masih terus mengabdi kepada bangsa.
"Kalau tentara itu walaupun sudah pensiun, tetapi dia terus mengabdi. Jadi isi di artinya di masing-masing sesungguhnya berpedoman kepada Sapta marga sumpah prajurit, delapan wajib TNI, dan kepolisian tribrata. Jadi langkanya dan pola pikirannya pasti sama," ungkap dia.
Sebagaimana diketahui, Nama Try Sutrisno menjadi perbincangan publik, lantaran dia menyetujui deklarasi Forum Purnawirawan Prajurit TNI menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ada delapan poin sikap dalam tuntutan yang telah ditandatangani oleh 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, 91 kolonel.