Mengenal Etomidate, Zat Terkandung dalam Vape yang Bikin Artis JF Diperiksa Polisi

Artis JF terseret dalam kasus vape mengandung etomidate yang tengah diselidiki Polres Bandara Soekarno Hatta.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Mengenal Etomidate, Zat Terkandung dalam Vape yang Bikin Artis JF Diperiksa Polisi
Mengenal Etomidate, Zat Terkandung dalam Vape yang Bikin Artis JF Diperiksa Polisi (Merdeka.com)

Artis berinisial JF diperiksa sebagai saksi dalam kasus rokok elektrik (vape) yang mengandung etomidate. Kasus ini terungkap pada bulan Maret 2025 setelah Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan vape dengan kandungan tersebut. Tiga tersangka, BTR, EDS, dan ER, telah ditangkap dan ditahan, sementara JF hingga kini masih berstatus saksi.

Lantas, zat apakah etomidate?

Etomidate adalah obat anestesi intravena yang dikenal karena kemampuannya bekerja cepat dan singkat. Obat ini sering digunakan dalam prosedur medis yang memerlukan pembiusan dalam waktu singkat, seperti pengembalian dislokasi sendi atau pemasangan saluran pernapasan. Namun, klasifikasi etomidate tidaklah seragam di seluruh dunia, dan hal ini dapat memengaruhi penggunaannya serta risiko penyalahgunaan.

Di beberapa negara, etomidate diklasifikasikan sebagai obat resep yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis. Penggunaan di luar konteks medis dilarang untuk mencegah potensi penyalahgunaan.

Di Taiwan, etomidate sebelumnya termasuk dalam kategori zat terkontrol untuk penggunaan medis. Namun, perubahan signifikan terjadi ketika obat ini mulai disalahgunakan dalam rokok elektrik (vape).

Pada Juni 2024, pemerintah Taiwan memutuskan untuk mengklasifikasikan etomidate sebagai narkotika golongan 3. Langkah ini diambil untuk menanggapi meningkatnya penyalahgunaan obat tersebut. Rencana pemerintah Taiwan juga mencakup pengklasifikasian etomidate kembali sebagai narkotika golongan 2 pada November 2024, guna memperkuat penegakan hukum terhadap penyalahgunaan.

Klasifikasi Etomidate di Berbagai Negara

Pengaturan dan klasifikasi etomidate berbeda di setiap negara, yang dapat memengaruhi cara obat ini digunakan dan diakses. Di Indonesia, etomidate termasuk dalam kategori obat keras. Penggunaan etomidate di luar keperluan medis sangat dilarang, dan penyalahgunaannya dapat menimbulkan efek yang berbahaya, mirip dengan efek narkoba.

Salah satu dampak negatif dari penyalahgunaan etomidate adalah munculnya rasa 'nge-fly' yang bisa menyebabkan kecanduan. Hal ini menandakan bahwa meskipun etomidate memiliki manfaat medis yang signifikan, risiko penyalahgunaannya harus diwaspadai. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami klasifikasi dan regulasi etomidate di negara mereka masing-masing.

Risiko Penyalahgunaan Etomidate

Risiko penyalahgunaan etomidate tidak bisa dianggap sepele. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini secara tidak benar dapat berakibat fatal.

Pengguna yang mengonsumsi etomidate tanpa pengawasan medis berisiko mengalami gangguan kesehatan yang serius, termasuk masalah pernapasan dan gangguan mental.

Rekomendasi