Kasus pembunuhan kontraktor, HM (43), pada Agustus 2024 akhirnya terungkap. Korban tewas dibunuh kakak beradik.
Cukup lama buron, polisi meringkus satu dari dua pelaku, MM (34), yang diamankan di tempat persembunyiannya di Banyumas, Jawa Tengah. Sementara kakaknya, A, dinyatakan buron.
Kedua pelaku sakit hati karena pamannya, AD, seorang mantan kepala desa dikeroyok korban dan beberapa temannya saat mengecek pembangunan kantor Kementerian Agama Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Mereka pun merencanakan balas dendam untuk melampiaskan amarahnya.
Para pelaku memantau keseharian korban selama empat hari. Pada 25 Agustus 2024 sore, keduanya melihat korban sedang berboncengan sepeda motor dengan anaknya di sekitar rumahnya di Kelurahan Jogoboyo, Lubuklinggau, lalu membuntutinya.
Kedua pelaku akhirnya menemui korban dengan maksud memberi pelajaran. Namun korban justru menantang yang membuat pelaku MM langsung menusuk punggung korban.
Kontraktor itu tewas di hadapan anaknya yang masih balita. Sementara pelaku melarikan diri dan membuang pisau ke sungai dengan maksud menghilangkan barang bukti.
"Satu dari dua pelaku sudah ditangkap, mereka kakak beradik," ungkap Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar, Kamis (24/4).
Tersangka MM mengakui menaruh dendam terhadap korban yang membuat pamannya masuk rumah sakit akibat dikeroyok. Mereka telah merencanakan pembunuhan dengan mengintai aktivitas korban sehari-hari.
"Motifnya karena dendam, korban dan beberapa orang mengeroyok paman pelaku," kata Kurniawan.
Diketahui, HM tewas akibat ditusuk orang tak dikenal. Sebelumnya, korban sempat mendapat ancaman penembakan dari seseorang.
Peristiwa itu setelah korban mengajak anaknya yang masih berusia empat tahun berkeliling menggunakan sepeda motor di sekitar rumahnya di Perumahan Yosep Jogoboyo, Kelurahan Jogoboyo, Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Minggu (25/8) sore.
Begitu hendak membuka pagar rumahnya, korban didatangi seseorang yang langsung menikamnya dari belakang. Korban yang kesakitan akibat punggungnya terkena tusukan pisau tersandar di pagar.
Korban berteriak minta tolong diiringi tangisan anaknya yang menyaksikan ayahnya berlumuran darah. Warga spontan berkerumun untuk mengevakuasi korban.
Warga sempat menanyakan siapa pelakunya, namun korban tak mampu lagi menjawab karena keburu pingsan. Korban tewas tak lama dalam perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, korban melaporkan seseorang atas pengancaman penembakan terhadapnya. Polisi telah menetapkan terlapor sebagai tersangka tetapi tidak ditahan karena sedang dirawat di rumah sakit.