FOTO: Hari Bumi, Bumi Kita Sedang Sakit

Bumi kita sedang sakit. Krisis iklim kini bukan lagi sekadar peringatan di masa depan, melainkan kenyataan yang kian mengancam kehidupan global.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Hari Bumi, Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. (©AFP Photo)

Bumi kita sedang sakit. Krisis iklim kini bukan lagi sekadar peringatan di masa depan, melainkan kenyataan yang kian mengancam kehidupan global. Data ilmiah terbaru menunjukkan bahwa tahun 2024 mencatat rekor sebagai tahun terpanas dalam sejarah pencatatan suhu global.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) mengungkapkan suhu rata-rata global pada tahun 2024 mencapai 1,55°C di atas tingkat pra-industri. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), 10 tahun terakhir adalah 10 tahun terpanas yang pernah tercatat.

Peningkatan suhu global ini memicu dampak yang luas dan meresahkan. Permukaan air laut terus meningkat dan semakin mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu, bencana alam seperti banjir, kekeringan ekstrem, gelombang panas, dan kebakaran hutan juga terjadi lebih sering dan lebih parah.

Analisis terbaru Inisiatif Iklim Kriosfer Internasional (ICCI) menunjukkan bahwa permukaan laut global telah meningkat lebih dari 11 cm antara tahun 1993 dan 2024, dengan laju kenaikan tahunan meningkat dari 2,1 mm menjadi 4,5 mm. Sedangkan NASA, dalam laporan ABC News, mengungkapkan bahwa pada 2024, permukaan laut naik lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, akibat pemanasan laut dan pencairan gletser yang dipercepat. ​

Sementara, tahun 2024 menyaksikan peningkatan signifikan dalam frekuensi dan intensitas bencana alam. Banjir terparah dalam sejarah Brasil terjadi pada Mei 2024 lalu. Hampir 200 orang tewas dan menyebabkan setengah juta orang mengungsi saat banjir menerjang Kota Porto Alegre, Rio Grande do Sul.

Banjir besar juga melanda wilayah Valencia, Spanyol, pada September 2024. Terjangan banjir tersebut menciptakan kerusakan yang luar biasa. Sementara, lebih dari 200 orang tewas dan puluhan lainnya hilang. Banjir kali ini disebut-sebut sebagai salah satu bencana alam terburuk di Spanyol berdasarkan jumlah korban.

India kembali dilanda dengan gelombang panas. Lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan lainnya mendapatkan perawatan akibat suhu panas ekstrem tersebut. Suhu tertinggi tercatat mencapai 50,5 derajat Celcius di Churu, Rajasthan.

Selanjutnya, kebakaran hutan dahsyat terjadi di Los Angeles, California, pada awal 2025. Kebakaran hutan yang dipicu peningkatan suhu ini semakin parah akibat embusan angin. Api yang sebelumnya membakar area hutan meluas hingga melahap permukiman elit yang dihuni artis papan atas Hollywood.

Indonesia juga merasakan dampak langsung dari krisis iklim ini. Wilayah pesisir seperti Jakarta Utara mengalami banjir rob yang lebih sering dan parah. Kondisi ini diperparah oleh penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan laut.

Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©REUTERS
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©REUTERS
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©AFP Photo
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Warga berjalan di tengah banjir yang merendam Perumahan Vila Nusa Indah 3, Bogor, Selasa (4/3/2025). Banjir setinggi empat meter yang merendam kawasan perbatasan Bogor dan Bekasi itu terjadi akibat luapan Kali Cikeas dan Cileungsi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Kondisi jalan penghubung Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor di Kampung Pabuaran, RT01/02, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, yang terputus akibat longsor setelah terjadi hujan deras, pada 6 November 2024. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Hari Bumi: Bumi Kita Sedang Sakit
Seorang anak ditemani ayahnya mengambil air dari Kali Cihoe di Desa Sukagalih, Jonggol, Bogor, setelah berbulan-bulan dilanda krisis air bersih, Minggu (8/9/2024). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Rekomendasi