Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah ambulans yang tengah mengangkut jenazah terguling di depan Masjid Roudlotul Muchlisin, salah satu masjid paling ikonik di Jember, Selasa (22/4) siang. Kejadian tersebut terjadi di tengah keramaian jalan, menyedot perhatian banyak warga.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang membantu mengevakuasi jenazah dari dalam ambulans yang terguling, kemudian menggotongnya melewati kerumunan kendaraan dan pejalan kaki untuk dibawa ke halaman masjid.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ambulans dengan nomor polisi P 8629 GD milik Rumah Persemayaman PRK (Persatuan Rukun Kematian) Panca Budi, Jember, mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB.
Salah satu saksi mata, Muhammad Atim, petugas parkir masjid menjelaskan, ambulans melaju cukup kencang mengikuti motor pengawal di depannya. Namun, motor tersebut tiba-tiba mogok persis di depan masjid.
"Ada 5 orang penumpang di dalam mobil ambulans yang terguling ke arah trotoar itu. Kita bantu mengeluarkan mereka dari mobil. Terus setelah itu, kita juga bantu mengeluarkan jenazah untuk dipindah ke halaman masjid," ujar Atim.
Advertisement
Evakuasi Jenazah
Meskipun insiden cukup menghebohkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Hanya ada satu yang luka ringan," papar Atim.
Proses evakuasi jenazah dilakukan secara gotong royong oleh warga dan jamaah masjid yang baru selesai menunaikan salat Dzuhur berjamaah.
"Paling susah waktu mengeluarkan jenazahnya. Karena kan tidak bisa bergerak," tutur Atim.
Menurut Adi Tri Effendi, petugas keamanan masjid, tidak ada petugas kepolisian yang tampak membantu di lokasi. Warga sekitar akhirnya mengambil inisiatif mengatur lalu lintas yang sempat macet.
"Untungnya prosesnya tidak terlalu lama. Kita memang tidak sempat menghubungi polisi. Ada rekan kita yang ikut mengatur arus lalu lintas yang sempat macet karena kejadian tersebut," ungkap Adi.
Jenazah yang berhasil dievakuasi kemudian dipindahkan ke mobil pengganti milik PRK Panca Budi yang datang tak lama setelah kejadian.
Advertisement
Mobil Terguling Saat Hindari Tabrakan
Richard Reza Santoso, petugas penjemputan jenazah dari PRK yang ikut berada dalam ambulans, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, laju ambulans memang cukup kencang karena mengikuti motor pengawal dari pihak keluarga.
"Kita tadi dari Jalan Karimata menjemput jenazah, jalannya (laju mobil ambulans) memang agak ngebut, kencang sekali. Karena mengikuti pengawal motor dari pihak keluarga yang ada di depan mobil," jelas Richard.
Richard menambahkan, pengendara motor yang mogok adalah keponakan dari almarhum.
"Saya dengar kalau tidak salah, yang mengawal naik motor itu keponakan almarhum. Maksudnya mungkin biar lebih cepat," katanya.
Ketika motor tersebut mogok mendadak di depan masjid, sopir ambulans tak bisa mengerem tepat waktu.
"Sopir mobil ambulans mau mengerem sudah tidak memungkinkan. Daripada menabrak motor, akhirnya banting setir ke arah trotoar. Namun malah mobil ambulans terbalik," ungkap Richard.
Setelah insiden itu, mobil jenazah pengganti datang dan membawa jenazah, sementara ambulans yang terguling akhirnya bisa menyusul meski dalam kondisi rusak.
"Kita kemudian menyusul menggunakan mobil ambulans yang sempat terguling. Tapi dengan kedapatan yang lambat, sampai pakai gigi tiga," pungkasnya.