Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar diduga terlibat kasus korupsi dana hibah di Provinsi Jawa Timur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memeriksa Abdul Halim Iskandar. Bahkan rumahnya sudah digeledah KPK. Dari penggeledahan itu, KPK menyita uang dan barang bukti elektronik.
Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, saat kasus korupsi dana hibah Jatim terjadi Abdul Halim Iskandar menjabat anggota DPRD Jawa Timur.
“Kalau tidak salah itu ketua fraksi di sana yang bersangkutan, sehingga juga itu berkaitan erat dengan hibah dari legislatif tersebut,” jelas Asep, Minggu (13/4).
KPK masih mendalami sejauh mana keterlibatan Abdul Halim Iskandar dalam kasus korupsi dana hibah Jatim. Jika ditemukan bukti kuat keterlibatan Abdul Halim Iskandar, KPK akan menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.
“Apabila memang cukup bukti untuk dinaikkan, ya kita juga tidak akan segan-segan untuk menaikkan yang bersangkutan,” kata dia.
Profil Abdul Halim Iskandar
Abdul Halim Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Halim, lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 14 Juli 1962. Dia merupakan sosok penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan dikenal luas atas kiprahnya di dunia pendidikan, keagamaan, serta pemerintahan.
Perjalanan karirnya yang panjang dan gemilang dimulai dari lingkungan pesantren, hingga mencapai puncaknya sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Pendidikan Gus Halim dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meraih gelar Sarjana (S1) Kebijakan Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 1987, dan Magister (S2) Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Malang pada tahun 1992.
Prestasi akademiknya semakin gemilang dengan diraihnya gelar Doktor Kehormatan (HC) dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2020 dan Profesor Kehormatan dari Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2023.
Selain pendidikan formal, Gus Halim juga memiliki latar belakang pesantren yang kuat. Dia merupakan kakak kandung dari Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PKB, dan cicit dari Bisri Syansuri, tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU).
Pernah Jadi Guru
Sebelum terjun ke dunia politik, Gus Halim telah malang melintang di dunia pendidikan. Dia pernah menjabat sebagai guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) di MAN Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, dan Kepala SMK Sultan Agung Tebuireng.
Pengalamannya di dunia pendidikan kemudian berlanjut sebagai dosen di Institut Keislaman Hasyim Asy'ari dan Universitas Negeri Surabaya, di mana dia mengajar 13 mata kuliah dalam satu tahun terakhir.
Karier politik Gus Halim dimulai pada tahun 1999 ketika dia menjabat sebagai Ketua DPC PKB Jombang. Dia kemudian naik jabatan menjadi Ketua DPW PKB Jawa Timur sebelum akhirnya dipercaya untuk menduduki posisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Selain berkiprah di dunia politik dan pendidikan, Gus Halim juga aktif dalam kegiatan organisasi keagamaan. Dia tercatat sebagai Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar.
Advertisement