Trivia: Posyandu Kalsel Masuk 5 Besar Terbaik Nasional, Siap Bersaing di Rakornas 2025

Posyandu Kalsel berhasil menembus lima besar kandidat terbaik tingkat nasional, menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Simak persiapan dan agenda besar Rakornas Posyandu 2025 yang akan datang!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Posyandu Kalsel Masuk 5 Besar Terbaik Nasional, Siap Bersaing di Rakornas 2025
Posyandu Kalsel berhasil menembus lima besar kandidat terbaik tingkat nasional, menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Simak persiapan dan agenda besar Rakornas Posyandu 2025 yang akan datang! (Merdeka.com)

Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menorehkan prestasi gemilang. Mereka berhasil masuk dalam jajaran lima besar kandidat terbaik tingkat nasional. Pencapaian ini merupakan hasil dari Lomba Tim Pembina Posyandu tingkat provinsi.

Pengumuman resmi pemenang akan dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu tahun 2025. Acara bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025 di Jakarta. Keberhasilan Posyandu Kalsel ini menjadi sorotan utama dalam persiapan Rakornas.

Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat, Hari Nur Cahya Murni, mengungkapkan hal ini dalam rapat persiapan daring di Banjarmasin. Selain Kalimantan Selatan, provinsi lain yang juga masuk lima besar adalah Bali, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Prestasi ini menunjukkan dedikasi Posyandu Kalsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar.

Persiapan Rakornas dan Mekanisme Penilaian Lomba

Rapat persiapan Rakornas Posyandu ke-2 yang digelar secara daring menjadi forum penting. Hari Nur Cahya Murni menjelaskan detail teknis acara serta mekanisme penilaian lomba yang ketat. Rakornas ini akan menjadi panggung bagi para pemimpin Posyandu dari seluruh Indonesia.

Momen puncak Rakornas 2025 adalah pemberian penghargaan Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi. Penghargaan bergengsi ini akan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri. Beliau adalah Pembina TP Posyandu Pusat yang memiliki peran sentral.

Setiap Ketua TP Posyandu Provinsi yang terpilih akan mendapatkan kesempatan istimewa. Mereka harus menyampaikan praktik baik implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara langsung. Paparan ini tidak boleh diwakilkan dan harus menjawab 11 pertanyaan terkait.

Waktu presentasi yang diberikan sangat terbatas, yaitu maksimal 10 menit untuk setiap ketua tim. Rakornas Posyandu 2025 direncanakan mengundang berbagai pihak penting. Termasuk Ketua TP Posyandu provinsi, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, serta Kepala Dinas PMD provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Integrasi Posyandu 6 SPM dalam Kebijakan Nasional

Hari Nur Cahya Murni juga menegaskan pentingnya Posyandu 6 SPM dalam kerangka kebijakan nasional. Standar pelayanan ini kini telah resmi masuk dalam Permendagri. Ini mencakup Pedoman Penyusunan RKPD 2025-2026 dan pedoman penyusunan APBD 2026.

Selain itu, Posyandu 6 SPM juga terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Integrasi ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penguatan peran Posyandu. Hal ini juga menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas.

Dengan adanya integrasi ini, diharapkan kapasitas pelayanan Posyandu dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di tingkat provinsi tetapi juga di tingkat kabupaten/kota. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan Posyandu Kalsel dan lainnya terus berkembang.

Peningkatan kapasitas melalui enam bidang SPM akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat. Ini juga akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan di seluruh pelosok negeri. Rakornas ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan Posyandu di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi